Kutipan Surat Kartini Ini Menyentuh Hati Maudy Ayunda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Maudy Ayunda berpose untuk media saat konfrensi pers peluncuran album Moment di kawasan Tugu Tani, Jakarta, 01 April 2015. Penyanyi kelahiran 19 Desember 1994 menggandeng musisi rapper Iwa K. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Maudy Ayunda berpose untuk media saat konfrensi pers peluncuran album Moment di kawasan Tugu Tani, Jakarta, 01 April 2015. Penyanyi kelahiran 19 Desember 1994 menggandeng musisi rapper Iwa K. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Maudy Ayunda ikut membacakan salah satu surat Kartini dalam Panggung Para Perempuan Kartini pada Selasa, 11 April 2017 di Museum Bank Indonesia, Jakarta.

    Pelantun lagu Tiba-tiba Cinta Datang ini membacakan salah satu surat Kartini kepada Nyonya Abendanon tentang komentarnya terhadap orang-orang di sekitarnya yang mengatakan bahwa dia genit karena menatap mata orang lain ketika sedang berbicara.

    Diakui Maudy, ada kutipan dalam surat tersebut yang menyentuh hatinya. Salah satunya, "Nah, itulah, begitulah jadinya kalau anak-anak perempuan itu mendapat didikan Eropa!"

    Menurut penyanyi 22 tahun ini, ia bisa memahami rasa frustrasi Kartini yang dianggap tidak sopan atau tidak memiliki sifat kejawa-jawaan lagi.

    "Mungkin aku bisa relate karena aku pernah sekolah di luar negeri, dan sempat ada yang bilang jangan sekolah di luar nanti jadi liberal, atau jadi apa gitu," ujar wanita lulusan Universitas Oxford ini.

    Kutipan lainnya yang menggugah Maudy adalah "Orang dapat merampas banyak dari kami, ya semuanya, tapi jangan pena saya." Ungkapan ini menurut Maudy memperlihatkan betapa cintanya Kartini akan pendidikan dan dunia menulis.

    "Bagian ini membuat aku bergetar banget karena kata-katanya sangat kuat sekali, aku sampai bisa merasakannya," kata Maudy.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Anda Penantang atau Bukan? Simak Kata Zodiak
    Kiat Scarlett Johansson Jaga Keseimbangan Karier Demi Rose
    Setelah Hokkaido dan Pablo, Ada Uncle Tetsu di Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.