Memotivasi Orang Lain, Pahami Dulu 3 Elemennya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita lesu. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita lesu. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Motivasi adalah istilah yang sudah tak asing lagi. Kegiatan memotivasi bahkan kini menjadi sebuah profesi yang menjanjikan dan orangnya disebut sebagai motivator. Tapi apa sebenarnya definisi dari motivasi?

    Motivasi merupakan proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seseorang untuk mencapai tujuan. Pada era 1950-an menjadi periode perkembangan konsep-konsep motivasi. Ada beberapa teori yang berkembang pada masa itu, seperti Teori Hierarki Kebutuhan, Teori X dan Y, serta Teori Dua Faktor.

    Definisi motivasi sendiri memiliki tiga elemen utama, seperti dikutip dari buku “A Soul of Healing” karya pakar pengobatan tradisional Cina, Master Wong. Ketiga elemen itu adalah:

    1. Intensitas (ukuran)
    Intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan.

    ADVERTISEMENT

    2. Arah
    Arah adalah upaya yang dikaitkan dengan hasil yang akan dicapai agar menguntungkan.

    3. Ketekunan
    Ketekunan merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.

    Teori motivasi yang paling terkenal adalah Hierarki Kebutuhan dari Abraham Maslow. Dia membuat hipotesa, dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dan lima kebutuhan, yakni:

    1. Fisiologis
    Rasa lapar, haus, sekseual, dan kebutuhan fisik lain.

    2. Rasa aman
    Rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional.

    3. Kasih sayang (sosial)
    Rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan.

    4. Penghargaan
    Faktor penghargaan internal dan eksternal.

    5. Aktualisasi diri
    Pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri.

    Maslow memisahkan lima kebutuhan itu ke dalam urutan-urutan berikut, yang berbentuk piramid:

    #Kebutuhan paling bawah adalah kebutuhan fisiologis dan kemudian rasa aman.

    #Di atasnya ada kasih sayang, penghargaan, dan di puncak pyramid adalah aktualisasi diri.

    Perbedaan antara kedua tingkat tersebut adalah dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara internal sementara kebutuhan tingkat rendah secara dominan dipenuhi secara eksternal.

    Teori kebuthan Maslow telah mendapat pengakuan luas di antara manajer pelaksana karena teori ini logis secara intuitif. Namun penelitian tidak memperkuat teori ini dan Maslow tidak memberikan bukti empiris dan beberapa penelitian yang berusaha mengesahkan teori ini tidak mendapatkan dukungan yang kuat.

    PIPIT

    Berita terkini:
    Pengaruh Iklim Terhadap Bentuk Hidung
    Tip Mencari Atasan yang Cocok untuk Celana Ruffle
    Video Waxing Rambut Hidung Jadi Viral, Ahli Ingatkan Bahayanya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?