Tisu Pembersih Makeup Bikin Wajah Cepat Keriput

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tisu wajah. kuchhbhilo.com

    Ilustrasi tisu wajah. kuchhbhilo.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Membersihkan wajah menjadi salah satu langkah penting dari rutinitas perawatan kulit. Ada banyak jenis produk pembersih makeup dan wajah, mulai dari krim, minyak, balsam, gel, busa, dan tisu. Jenis terakhir mungkin jadi pilihan kamu karena sangat mudah menggunakannya.

    Tisu pembersih dapat digunakan untuk membersihkan makeup dari tangan atau merapikan eyeliner cair yang berantakan. “Tisu makeup lebih baik daripada tidak ada, tapi pada dasarnya tisu makeup sama dengan pusaran air kotor di toilet kamar mandi,” ujar dermatolog Mona Gohara seperti dikutip dari Stylecaster.

    Sangat sedikit tisu makeup yang mengandung bahan yang benar-benar dapat membersihkan minyak di wajah, kosmetik, dan kotoran pada kulit. “Jadi kamu hanya menngosok bakteri yang memicu pertumbuhan bakteri, dan meninggalkan sisa tisu makeup di sekitar kulit dan pori-pori,” ujar Gohara.

    Belum lagi jika kamu malas membilas wajah sesudahnya. Kamu akan memindahkan kotoran pada bantal kemudian berpindah lagi ke kulit, dan seterusnya sehingga pada akhirnya menyebabkan jerawat, komedo, iritasi dan keriput.

    “Tisu makeup pada dasarnya sangat kasar untuk kulit," ujarnya. Terlebih saat dipakai untuk membersihkan makeup, semisal maskara dan eyeliner, perlu tekanan yang cukup besar sehingga berpotensi memicu iritasi. Jika terus-menerus dilakukan, iritasi dan gerakan menggosok kulit dapat menyebabkan munculnya garis-garis halus, keriput, dan hiperpigmentasi.

    Sebagai gantinya, kamu dapat mamakai pembersih makeup yang lebih lembut. Misalnya, pembersih berbahan dasar minyak atau micellar water.

    NIA PRATIWI

    Berita lainnya:

    9 Rahasia Agar Kulit Bening Bercahaya
    Studi: Bikin Kue Baik untuk Kesehatan Mental
    Batalkan Janji Boleh Saja, tapi Ketahui Etikanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.