Koleksi Busana Desainer Lokal Hadir di Galeries Lafayette

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model memperagakan koleksi busana Monday to Sunday dalam peragaan busana Fashion Lab di Galeries Lafayette Mal Pacific Place, Jakarta, Kamis 9 Oktober 2014. Fashion Lab merupakan program yang sukses di Berlin, Jerman dikembangkan di Indonesia dengan menampilkan 9 desainer muda di antaranya Tex Saverio, Toton, Patrick Owen, Yosafat Dwi Kurniawan, fbudi, Major Minor, Jill by Gloria Agatha, Monstore dan Monday to Sunday. TEMPO/Nurdiansah

    Model memperagakan koleksi busana Monday to Sunday dalam peragaan busana Fashion Lab di Galeries Lafayette Mal Pacific Place, Jakarta, Kamis 9 Oktober 2014. Fashion Lab merupakan program yang sukses di Berlin, Jerman dikembangkan di Indonesia dengan menampilkan 9 desainer muda di antaranya Tex Saverio, Toton, Patrick Owen, Yosafat Dwi Kurniawan, fbudi, Major Minor, Jill by Gloria Agatha, Monstore dan Monday to Sunday. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Department store asal Prancis, Galeries Lafayatte di Pacific Place bekerja sama dengan Indonesia Fashion Forward memberikan kesempatan desainer Indonesia menjual produk di tokonya. Head of Marketing Galeries Lafayette Indonesia, Melissa Ann Tjajadikarta mengatakan ini adalah keempat kalinya Galeries Lafayette untuk mengadakan program tersebut.

    Dalam program ini, para desainer dilatih oleh Jakarta Fashion Week untuk mengembangkan produknya agar dilirik pasar internasional. "Kolaborasi ini telah melekat pada DNA kami. Dari sini banyak desainer bertalenta yang menjadi bintang di masa depan," ujarnya.

    Beberapa desainer yang unjuk karya di antaranya alex[a]lexa, ATSTHELLABEL, Danjyo Hyoji, Ellyhan Jewelry, Kami Idea, Lotuz, Milcah, Mazuki, pvra, Reves Studio, Vivian Lee, dan Day and Night by Yelly. Kegiatan ini berlangsung mulai 5 April-21 Mei 2017.

    Founder Kami Idea, Istafiana Candarini gembira mendapat kesempatan memamerkan sekaligus menawarkan karyanya di department store kelas internasional. "Kami Idea selalu mengedepankan motif yang unik dan khas dengan warna earth tone," katanya.

    Koleksi terbaru dari Kami Idea yang diberi nama Rare, terdiri dari busana ready to wear yang terinspirasi dari kehidupan kaum urban. "Mereka adalah orang yang egosentris dan kesepian," ujar Istafiana.

    ADVERTISEMENT

    Dia lantas mewujudkan nuansa egosentris dan kesepian itu melalui desain kotak-kotak batu bata ibarat tembok yang menutupi mata, telinga, dan mulut orang-orang urban. Dengan tiga pilihan warna, motif tersebut dicetak pada kain berbahan polycrepe yang tidak mudah kusut.

    BISNIS

    Baca juga:

    Tampil Singset Pakai Korset, Contoh Padu Padannya
    Gaun Pengantin 7 in 1 Terobosan Baru Dominique Nadine
    Sontek Busana Hamil Angelina Jolie sampai Behati Prinsloo


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.