Tip Nadia Mulya Atasi Minder Hadapi Banyak Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadia Mulya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Nadia Mulya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presenter Nadia Mulya menulis dua buku yang akan diluncurkan menjelang Hari Kartini pada 21 April nanti. Buku pertama berjudul Minder Than That dan buku kedua, yakni #kartinimasakini.

    Buku itu ditulis Nadia Mulya bersama tiga sahabatnya, yakni presenter Rahmah Umayya, Aline Adita, dan Intan Renita. Sebagai pembawa acara, ternyata empat sekawan ini memiliki kelemahan yang sama, yakni minder.

    “Ketika ngobrol berempat, kami sebenarnya memiliki kesamaan, yakni minder. Ini saja sebelum membuka acara, saya merasa mulas dan khawatir kalau nanti saya salah bicara atau salah alur talk show bagaimana, ya?” ujar Nadia Mulya.

    Nadia Mulya percaya, minder dan gugup sebelum naik panggung tidak hanya dialami nya dan ketiga sahabatnya. Banyak wanita di luar sana yang menjadi pemandu acara atau presenter juga diserang perasaan minder.

    ADVERTISEMENT

    Melalui buku itu, wanita 37 tahun ini mengajak perempuan Indonesia mengubah keminderan menjadi sebuah alarm. “Saat minder datang, lakukan persiapan lebih detail sebelum naik panggung, termasuk menguasai urutan materi," kata Nadia Mulya.

    Buku Minder Than That ini ditujukan bagi para remaja putri yang sedang mencari jati diri agar jangan merasa ada yang salah dalam diri mereka. Ubahlah keminderan itu menjadi kekuatan. "Yang penting ketahui kekurangan dan kelebihan masing-masing,” ujar Nadia Mulya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Gaji Besar Plus-plus, Hooters girl: Saya Beruntung


    Kim Kardashian Ngotot Punya Anak Ketiga, Operasi Lagi

    Wajib Tahu Cara Bersantai dan Meredakan Stres di Kantor


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.