Blepharoplasty, Teknik Pulihkan Kelopak Mata Kendur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perawatan mata dengan teknologi blepharoplasty (istimewa)

    Perawatan mata dengan teknologi blepharoplasty (istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mata yang indah menjadi dambaan dan mampu meningkatkan rasa percaya diri setiap orang. Mata yang sehat akan tercermin dari penglihatan yang baik, juga kondisi kulit di area mata yang tetap terjaga elastisitasnya.

    Seperti halnya kulit, proses penuaan seperti keriput juga tampak di area mata. Pada kelopak mata, berkurangnya elastisitas ditambah dengan gerakan kelopak mata yang terus menerus untuk berkedip mengakibatkan kelopak mata menjadi kendur.

    “Lipatan berlebih pada kelopak mata bagian atas dapat mengakibatkan terganggunya penglihatan seseorang,” kata dokter spesialis bedah plastik dari RSKB Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat, dr. Sidik Setiamihardja, SpB, SpBP.

    Seiring bertambahnya usia, kondisi kelopak mata juga turut menua. Apalagi, lemak yang berfungsi sebagai bantalan bola mata dapat menyebabkan benjolan pada kelopak mata bagian atas dan bawah. Untuk mengatasi hal itu,  Sidik mengatakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan Blepharoplasty.

    ADVERTISEMENT

    Blepharoplasty merupakan operasi pada kelopak mata bagian atas atau bawah yang ditujukan untuk alasan kosmetik. "Blepharoplasty dapat dilakukan pada orang usia lanjut dengan kelopak mata bagian atas yang kendur. Cara ini dilakukan untuk memperbaiki penglihatan pasien,” ujarnya.

    Umumnya, prosedur ini sering dilakukan pada wanita berusia 35 tahun ke atas seperti halnya di Amerika Serikat. Blepharoplasty hanya membutuhkan waktu 2 jam dan cukup menggunakan anastesi lokal. “Setelah operasi, pasien dibawa ke ruang pemulihan dan melihat ada tidaknya komplikasi. Sementara, penutupan bekas jahitan kecil umumnya bisa sembuh dalam waktu 3-6 hari,” ujanya.

    Meski demikian, Sidik menganjurkan agar pasien tetap memperhatikan beberapa risiko yang bisa terjadi setelah Blepharoplasty. “Risiko yang bisa terjadi seperti infeksi, mata kering, adanya bekas luka sayatan," katanya. Selain itu, setelah operasi, pasien perlu menghindari sejumlah aktivitas, seperti berenang, jogging, aerobik dan merokok karena masih ada bagian yang luka dan perlu proses penyembuhan.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:

    Kulit Berminyak, Perlukah Pakai Pelembap?
    Tip dan Trik Makeup Buat Para Pemula dari MUA L`Oreal
    Maybelline Make It Bold, Ajak Perempuan Keluar dari Zona Nyaman


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?