Segelas Jus Bit Sehari, Tensi Tinggi Pergi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi smoothie buah bit. shutterstock.com

    Ilustrasi smoothie buah bit. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Segelas jus umbi bit per hari cukup untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi. Demikian kesimpulan para peneliti dari Queen Mary University of London (QMUL), Inggris.

    "Penelitian ini menemukan fakta segelas jus bit sehari dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, termasuk mereka yang tidak berobat," kata peneliti senior dari QMUL, Dr. Shannon Amoils.

    Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Hypertension itu, para peneliti mengungkapkan bit mengandung nitrat anorganik yang bisa berubah menjadi nitrat oksida di dalam tubuh. Zat inilah yang melancarkan dan melebarkan pembuluh darah.

    Penemuan ini didapat setelah mereka melakukan penelitian pada 64 orang berusia 18-85 tahun. Setengah dari para pasien ini melakukan pengobatan untuk tekanan darah tinggi. Setengah sisanya tidak melakukan pengobatan.

    Mereka kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengkonsumsi segelas jus bit sebanyak 250 mililiter setiap hari selama empat minggu. Kelompok lainnya hanya diberi plasebo.

    Dua minggu sebelum dan sesuadah penelitian, para ilmuwan itu mengamati kondisi tekanan darah pasien. Total periode penelitian pun menjadi delapan minggu. Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang mengkonsumsi jus bit berkurang tekanan darahnya sekitar 8/4 mmHg.

    Bagi kebanyakan pasien, pengurangan 8/4 mmHg ini bisa mengembalikan tekanan darah mereka menjadi normal. Tetapi, setelah pasien berhenti mengkonsumsi jus, tekanan darah mereka kembali tinggi. "Penemuan ini menunjukkan peran diet nitrat sebagai terapi yang terjangkau untuk pasien hipertensi," tulis peneliti dalam studi mereka, seperti dilansir Medical News Today.


    BISNIS

    Artikel lain:
    Cara Merawat Pakaian Dalam
    Humor, Apa Itu? Pentingkah?
    Alasan Dilarang Pakai Celana Dalam Thong Terlalu Lama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.