Humor, Apa Itu? Pentingkah?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap 1 April, banyak orang yang membuat kejutan dengan sebutan “April Mop”. Ada yang berhasil ada yang tidak. Kejutan awal April ini disebut hanya humor atau lelucon, apa pun bentuknya.

    Humor sendiri diklaim bagus buat kesehatan karena bisa meningkatkan daya ingat, membantu meredakan stres, dan bahkan menurunkan risiko penyakit jantung. Sebuah laman dan aplikasi yang dibuat untuk membantu orang menemukan kebahagiaan, Happify, menjelaskan apa itu humor. Berikut ini penjelasan yang berkaitan dengan humor, seperti dimuat Huffington Post.

    # Rata-rata orang dewasa tertawa 18 kali dalam sehari.

    # Penelitian menunjukkan humor secara umum adalah indikator dari kesehatan mental.

    # Humor yang kasar justru berkaitan dengan kecerdasan yang tinggi, begitu kata sebuah penelitian. Humor kasar atau gelap ini biasanya soal kematian, penyakit, dan topik-topik tak menyenangkan lain.

    # Para ilmuwan menyatakan untuk mencerna kata-kata lucu membutuhkan kerja dua bagian otak secara bersamaan.

    # Tak usah berpura-pura tertawa menanggapi lelucon teman yang tidak lucu karena otak bisa menjelaskan mana tawa yang tulus dan mana yang dibuat-buat.

    # Pakar saraf dari Universitas Maryland di Amerika Serikat, Robert Provine, menjelaskan hal mengejutkan dalam bukunya Laughter: A Scientific Investigation. Disebutkan bahwa wanita tertawa lebih banyak 126 persen dibanding pria. Jumlah tawa pasangan yang mulai berumur menurun secara dramatis.

    # Tertawa membantu menjaga kesehatan dan kemungkinan mencapai umur panjang.
    Sebuah penelitian menyebut tawa bisa membantu pasien dan staf di ruang rawat intensif rumah sakit karena bisa menurunkan tekanan darah, menjalin ikatan antara pasien dan staf, dan menjauhkan pikiran mereka dari situasi sulit yang dihadapi.

    Mudahkah mendapatkan humor yang membuat kita tertawa? Bagaimana cara untuk mendapatkan humor setiap hari? Simak lima tips di bawah ini.

    1. Tonton acara televisi yang lucu.
    2. Dengarkan lawak lewat radio atau ponsel.
    3. Habiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang lucu dan luangkan hanya sedikit   waktu dengan orang-orang yang tak lucu.
    4. Perhatikan kelakuan polos anak-anak.
    5. Tonton acara komedi secara langsung.

    HUFFINGTON POST | PIPIT

    Artikel lainnya :
    6 Hal yang Membuat Karier Hancur Seketika
    Manfaat Sayur, Buah, dan Ikan pada Ibu Hamil
    Risiko Kekurangan Asam Folat di Awal Kehamilan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.