Problem Calon Pengantin Menjelang Pernikahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan ribut sebelum menikah atau pernikahan. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan ribut sebelum menikah atau pernikahan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah jatuh bangun menjalani masa berpacaran, akhirnya dia melamarmu. Bertunangan merupakan fase baru dalam sebuah hubungan. Namun, masih ada tahap selanjutnya, yakni menikah.

    Artikel terkait:
    Apa Kata Zodiak soal Asmara di April 2017
    Kenali 7 Ciri Manipulator Cinta dari Tutur Katanya
    Kunci Cantik Kate Middleton dari Ujung Rambut Sampai Kaki

    Menjalani pernikahan seringkali mengundang perdebatan. Persoalan teknis, seperti biaya, daftar tamu yang diundang, dan tetek bengek lainnya kerap membuat kamu dan pasangan bertengkar. Untuk itu, sebelum bertunangan, baiknya kamu mencatat apa saja yang berpotensi menjadi perdebatan ketika menjelang pernikahan serta cara menanganinya.

    1. Jumlah tamu
    Mungkin kamu berpikir untuk membatasi jumlah tamu sehingga momentum sakral kalian berjalan lebih khusyuk dan intim. Lagipula, semakin sekidit jumlah tamu, maka biaya sewa ruangan dan makanan yang dibutuhkan juga dapat ditekan.

    Sebaliknya, tunanganmu memaksa untuk mengundang seluruh sanak keluarga dan rekan-rekannya yang jumlahnya melebihi perkiraanmu. Memenuhi ekspektasi orang sekitar sembari membatasi pengeluaran adalah salah satu urusan yang paling sulit dan umumnya diperdebatkan oleh pasangan menjelang pernikahan.

    Cara halus untuk menolak tamu yang berlebihan adalah dengan mencocokkan jumlah tamu dengan arenapernikahan. Hindari memesan venue pernikahan, seperti auditorium gedung atau ballroom dengan kapasitas banyak. Sebaliknya, pilihlah tempat yang relatif sedang atau kecil, seperti rumah tradisional, area pool side hotel, atau restoran yang tidak terlalu luas, sehingga jumlah tamu secara otomatis akan terpangkas.

    2. Tempat pernikahan
    Sama seperti menentukan jumlah tamu, memilih venue pernikahan juga sering memicu perdebatan di antara pasangan. Mungkin kamu lebih memilih pernikahan bertema modern, tetapi si dia ingin menjaga tradisi dengan melakukan pernikahan tradisional. Untuk mengatasinya, lagi-lagi hitung jumlah kepala yang datang. Pastikan tamu yang hadir agar jelas berapa pengeluaran untuk tempat.

    Setelah itu, rundingkan dengan pasangan untuk memilih tempat yang memenuhi selera kalian berdua, tapi tetap memperhatikan anggaran. Jangan lupa untuk selalu berpikiran terbuka dalam merundingkan masalah ini agar kalian dapat menyelesaikan masalah tanpa bertengkar.

    3. Pasangan terlalu detail
    Setelah melewati perundingan yang panjang, kamu menemukan tempat pernikahan yang sesuai. Sayangnya, area pelaminan terlalu kecil atau tidak ada lantai dansa. Bagi kamu mungkin urusan itu terlalu sepele. Lain halnya dengan pasangan yang ternyata sangat rinci terhadap hal-hal kecil.

    Cuma gara-gara pelaminan yang terlalu sempit atau tak ada lantai dansa, dia lantas memutuskan mencari tempat pernikahan yang lain. Untuk mengatasi masalah ini, berunding dengan pasangan merupakan kunci utama. Buat daftar detail kalian inginkan dalam acara pernikahan dan resepsinya, lalu pisahkan mana yang perlu dan tidak.

    4. Biaya
    Menentukan biaya merupakan masalah paling besar yang didebatkan pasangan menjelang pernikahan. Sebab, menentukan biaya akan mempengaruhi jumlah tamu, venue pernikahan, makanan, musik pengiring, dan lainnya. Ongkos pernikahan menjadi salah satu ujian yang mengetes kekompakan kalian.

    Sebab itu, catat dan buat daftar keperluan apa saja yang dibutuhkan serta berapa estimasi biayanya. Jangan lupa memuat biaya cadangan untuk mengantisipasi kenaikan harga atau keperluan mendadak.

    PUREWOW | ZARA AMELIA

    Berita lainnya:
    Teknik Tampilan Natural, Segar, dan Tajam dari L’Oreal Infallible
    Wajah Ingin Tirus, Coba Hijab Anti Tembam Karya Tiga Bersaudara
    Maybelline Make It Bold, Ajak Perempuan Keluar dari Zona Nyaman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.