Saran Ahli untuk Desain Rumah Bohemian Chic

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Interior bohemian style. lushome.com

    Interior bohemian style. lushome.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gaya interior Bohemian sangat cocok buat hunian berarsitektur Mediteranian. Menurut desainer interior Ary Juwono, rumah bergaya Mediteranian memiliki langit-langit tinggi sesuai untuk menampilkan material-material bersifat tekstil dengan cara gantung agar terlihat lebih dramatis.

    Ary menuturkan bila sebuah hunian hendak memunculkan interior gaya Bohemian maka harus menghadirkan beragam tekstur dan material dalam rancangannya. Misalnya, dalam satu ruangan dindingnya terdiri dari beberapa gaya dan material berbeda. Ada material berupa susunan bata merah di sisi satu, kemudian berlapis wallpaper di sisi lainnya. Plus, gorden dalam skala lebar yang menutupi jendela.

    Selain itu, penghuni juga harus menampilkan warna dan motif berbeda untuk perabotannya. Soal gaya perabotan yang sesuai dengan Bohemian, disarankan menggunakan furnitur bergaya etnik atau ketimuran. Sebab banyak sifat furnitur bergaya itu mengekspos material aslinya yang terlihat alami seperti kayu dan bambu.

    Penghuni juga bisa mengkombinasikan Bohemian dengan sentuhan motif lokal seperti batik. Menurut Ary, batik sangat memungkinkan diterapkan pada gaya Bohemian. Dengan catatan batik untuk menghadirkan keragaman sesuai dengan prinsip Bohemian. "Sebenarnya batik yang cocok untuk bohemian adalah batik motif pesisir yang berwarna cerah dari Pekalongan, Cirebon sampai Madura."

    Kendati Bohemian lebih berwarna, tak ada aturan khusus yang mengharuskan penghuni menggunakan warna-warna tertentu. Yang jelas, kata Ary, gaya Bohemian mengandung warna terang dan segar seperti merah, pink, kuning hingga tosca. Pilihan lainnya, penghuni bisa mencoba warna-warna hangat seperti merah bata, coklat keemasan, jingga, dan lainnya.

    Ary memastikan kunci gaya interior Bohemian hanya satu yakni banyak menggunakan tekstur dari tiap elemen desainnya. Penggunaan tekstur itu, tambah Ary, menjadikan gaya Bohemian berbeda dengan gaya interior lainnya. Tekstur itu sendiri bisa dimunculkan dengan cara mengkreasikannya atau sebagai sifat dari material tersebut. Umpamanya lantai, banyak penganut gaya Boho ini menggunakan lantai keramik yang tidak berglasur sehingga terlihat kasar.

    "Begitupun finishing dinding ada yang menggunakan cat dengan sistem kuas manual sehingga terlihat berantakan," ujarnya. Sedangkan benda dekoratifnya dapat menghadirkan benda seni dengan beragam bentuk, ukuran maupun jenisnya seperti lukisan, patung hingga kerajinan kain. Sehingga terkesan sedang pameran. Sebaiknya benda seni tersebut merupakan koleksi penghuni rumah.

    Ary berpendapat rumah bergaya interior Boho sekilas memperlihatkan penghuninya terkesan seorang kolektor beragam benda seni karena tidak terbatas pada satu jenis seni seperti lukisan, tetapi juga patung dan lainnya.

    Selain benda seni, penghuni dapat menampilkan tanaman di dalam rumah. Ary mengungkapkan keberadaan tanaman akan membantu ruangan bergaya bohemian semakin terlihat liar atau kasual. Biasanya tanaman yang digunakan untuk gaya Bohemian bernuansa Timur Tengah seperti palem yang ditempatkan dalam pot terakota alami.

    "Gaya rumah lain yang sesuai untuk gaya Boho chic adalah rumah pantai atau gaya coastal yang serba putih dan membawa nuansa rileks sehingga koleksi atau tekstur yang tercipta dari desainnya terlihat semakin fokus," ujar Ary.

    Gaya Bohemian sesuai dengan anak muda karena sifat mereka yang dinamis. Bukan hanya itu gaya Bohemian juga menghadirkan impresi easy going dan fleksibel. Ary mengingatkan kepada pemilik hunian bergaya Bohemian agar memperhatikan sistem pemeliharaan karena rentan debu. Harus dipikirkan pula keseimbangan pencahayaan agar tiap unsur dari sebuah harmoni desain interior tidak terlihat berebut perhatian.

    BISNIS


    Berita lainnya:

    April Mop, Hati-hati Jika Ingin Ngerjain Anak
    Paris Hilton Bikin Jebakan April Mop: Air Ajaib


    Miss Universe 2016 Jatuh Cinta kepada 2 Hal di Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.