Penelitian : Sakit Gigi Bisa Turunkan Prestasi Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • lifehackery.com

    lifehackery.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masalah rongga mulut yang kerap dijumpai pada anak-anak adalah gigi berlubang. Hasil penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI mengungkapkan fakta bahwa siswa yang sering sakit gigi cenderung lebih banyak absen dan berpengaruh pada prestasi belajar.

    Penelitian yang melibatkan 984 anak di tiga sekolah dasar di Bekasi ini memperlihatkan fakta bahwa 94 persen anak usia enam hingga tujuh tahun mengalami sedikitnya satu gigi berlubang pada  gigi susu mereka. Sementara itu, 82 persen anak usia 10-11 tahun juga memiliki satu gigi berlubang pada gigi tetap mereka.

    Umumnya para orang tua membiasakan sikat gigi pada waktu mandi pagi dan sore, sedangkan  para dokter gigi menganjurkan waktu terbaik untuk menyikat gigi adalah setiap sehabis sarapan dan sebelum tidur.

    Sementara itu, Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan kota Makassar, Ita Isdiana Anwar, mengatakan fakta yang terjadi di Indonesia adalah kebanyakan masyarakat memilih pasta dan sikat gigi berdasarkan pada kebiasaan yang dulu digunakan oleh keluarganya tanpa mengerti sebenarnya sikat atau pasta gigi manakah yang paling tepat untuk merawat giginya.

    ADVERTISEMENT

    "Fakta lain yang juga harus dicermati adalah masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai periode atau masa pemakaian sikat gigi," ujarnya.

    Contohnya data Nielsen pada 2014, yang menyebutkan rata-rata orang Indonesia mengganti sikat gigi yang dipakainya satu kali dalam 10 bulan. Padahal sebaiknya tidak lebih dari tiga bulan.

    BISNIS

    Baca juga
    Punya Utang Tidur, Kenali Ciri-cirinya
    5 Alasan Gula Memicu Penyakit Mematikan
    Mau Naik Gunung, Yoga Dulu Yuk


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.