5 Bahasa Kasih untuk Si Kecil Sebelum Usia 5

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ayah, ibu, dan anak. shutterstock.com

    Ilustrasi ayah, ibu, dan anak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua mengharapkan buah hatinya tumbuh sehat dan selalu merasa bahagia. Agar anak merasa bahagia, mereka harus merasa dicintai terlebih dahulu.

    Sebagai ungkapan kasih sayang, orang tua wajib mengenali bahasa kasih anak, yaitu apa yang paling membuat anak merasa dicintai. Menurut penulis buku The Five Love Languages, Gary Chapman dan Ross Campbell, terdapat 5 bahasa kasih anak:

    Afirmasi 
    Anak menganggap pujian dan motivasi sebagai ekspresi kasih sayang orang tua. Supaya anak tidak tumbuh jadi pribadi yang sombong, psikolog Elizabeth Santosa (Lizzie) mengingatkan orang tua hanya memberikan pujian pada usaha dan kerja keras anak bukan pada karakterisitik.

    Baca juga :3 Hal Ini Menjawab Kenapa Anak-anak Perlu Yoga

    ADVERTISEMENT

    Waktu berkualitas
    Bagi anak, kebersamaan dengan orang tua yang paling penting terlepas dari apapun aktivitasnya. Saran Lizzie, orang tua menghabiskan waktu bersama anak tanpa distraksi dan aktif melakukan eye contact.

    Sentuhan fisik
    Umumnya, semua anak suka dengan sentuhan fisik. Namun, anak yang bahasa kasihnya berupa sentuhan fisik sangat suka dipeluk atau sekadar diusap rambutnya. "Disarankan minimal memberikan delapan kali sentuhan fisik kepada anak setiap hari, baik berupa sentuhan, kecupan, dan pelukan," ujar Lizzie.

    Apresiasi
    Kuncinya, anak suka diberi kejutan. Tidak mesti kejutan yang besar atau mahal. Kejutan yang kecil dan bisa dibuat oleh ibu sendiri misalnya dengan memasak makan favorit si kecil.

    Membantu atau melayani
    Si kecil dengan bahasa kasih ini biasanya suka meminta bantuan orang tuanya dalam melakukan berbagai hal. Bukan karena tidak bisa jelas Lizzie namun karena ingin lebih dekat dengan orang tua. "Tapi usahakan orang tua hanya menemani dan membantu ketika si kecil membutuhkan bukan menyelesaikan seluruh tugas anak."

    Lizzie menyarankan para orang tua untuk menstimulasi kelima bahasa kasih tersebut hingga anak berusia 5 tahun. "Setelah usia 5 tahun, orang tua sudah harus mengenali bahasa kasih yang paling disukai anak dan fokus pada bahasa tersebut supaya anak tahu mereka dicintai," ujarnya.

    Orang tua bisa mulai mengidentifikasi bahasa kasih anak dengan mulai mengidentifikasi bahasa kasih dengan pasangan. "Karena umumnya anak belajar dari orang tua, maka ungkapkan bahasa kasih sesuai dengan karakter pasangan," tutupnya.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga :
    April Mop, Hati-hati Jika Ingin Ngerjain Anak
    5 Bahasa Cinta Anak, Buah Hati Anda Dominan yang Mana


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...