6 Hal yang Membuat Karier Hancur Seketika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta -Menemukan pekerjaan yang baik dan disukai adalah hal yang sulit. Tak sedikit orang yang akhirnya nekat melakukan hal yang tidak semestinya demi mendapatkan pekerjaan impian. Meskipun sudah tahu risiko apa yang akan didapat bila sampai perbuatannya terbongkar, namun mereka tetap melakukannya.

    Patut Anda ingat, mendapatkan pekerjaan, bahkan yang tidak disukai sekalipun, tidaklah mudah. Bila Anda sudah memilikinya, jalani karir sebaik mungkin agar pekerjaan tidak melayang.

    Baca juga : Dicap Jagoan Telat, Cari Tahu Apa Penyebabnya

    Hindari melakukan hal-hal yang bisa menghancurkan karir Anda, karena bila Anda sampai melakukannya, karir Anda yang jadi taruhannya. Pemecatan secara tidak hormat sudah pasti akan Anda terima.

    Berikut adalah enam hal yang dapat menyebabkan karir hancur seketika:

    1. Berbohong
    Berbohong dapat membunuh karir Anda di perusahaan, bahkan sebelum Anda mulai bekerja. Tahan dorongan untuk berbohong pada resume atau selama wawancara. Sepandai-pandainya Anda merancang kebohongan pada akhirnya akan terungkap juga. Jadi, jangan menambahkan informasi yang tidak benar. Riwayat kerja Anda ada dalam laporan kredit kerja, sehingga informasi tentang pekerjaan Anda yang terdahulu dapat dengan mudah dilacak. Sekali perusahaan mengetahui kebohongan Anda, Anda akan dipandang sebagai orang tidak dapat dipercaya.

    2. Kurang tidur
    Bekerja dalam kondisi kurang tidur dapat menyebabkan Anda sulit fokus, sehingga rentan membuat kesalahan. stres karena kurang tidur juga dapat membuat Anda mudah marah dan membuat suasana jadi tidak menyenangkan. Tidak ada orang yang ingin bekerja dengan orang rewel yang terus-menerus membuat kesalahan.

    3. Kemalasan
    Jika Anda menolak untuk melakukan hal di luar deskripsi pekerjaan, keberuntungan akan bergerak meninggalkan Anda. Anda harus menemukan beberapa inisiatif dan selalu mencari kesempatan untuk meningkatkan posisi, seperti melakukan sesuatu di luar tanggung jawab sehari-hari. Selama proses ini, Anda mungkin akan menemukan bakat atau kemampuan lain yang tanpa disadari Anda memilikinya..

    4. Menjadi seorang lone ranger
    Sangat penting untuk menjadi pemain tim. Anda harus bekerja dengan orang lain agar semua pekerjaan bisa diselesaikan. Jika Anda tidak merasa seperti menjadi pemain tim, setidaknya berpura-pura bahwa Anda benar-benar suka bekerja dengan banyak orang.

    5. Mencuri
    Tidak peduli berapa banyak pensil yang Anda butuhkan untuk tugas pekerjaan rumah si kecil, atau sebungkus kertas untuk printer di rumah, jangan ambil barang milik kantor. Jika sampai ketahuan, perusahaan akan langsung memecat Anda tanpa pertimbangan apapun. Sementara itu, penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa mengambil hal-hal kecil, seperti pena atau sebungkus Post-it Notes, mungkin bisa mempengaruhi Anda untuk melakukan kejahatan yang lebih besar di masa mendatang. Jika Anda sampai dihukum penjara, kelak akan benar-benar sulit untuk menemukan pekerjaan lagi di kemudian hari.

    6. Tidak menjaga kemampuan yang dimiliki
    Tidak peduli seberapa baik Anda dalam hal pekerjaan, keterampilan yang Anda miliki membutuhkan penyesuaian dari waktu ke waktu. Kursus online yang gratis dan murah, serta program pelatihan bersertifikasi sudah banyak tersedia, sehingga tidak ada alasan Anda sulit atau tidak bisa meningkatkan kemampuan yang Anda miliki. Luangkan waktu untuk mengembangkan diri. Membiarkan keterampilan yang dimiliki lenyap sama saja mengirimkan pesan kepada perusahaan bahwa Anda tidak bekerja atau berkarir dengan serius.

    CHEATSHEET | LUCIANA

    Baca juga :
    Feng Shui: 6 Aturan Dasar Penataan Kamar Tidur
    Pakai Celana Panjang ke Pesta, Simak Gaya 6 Selebriti Dunia Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.