Hati-hati Kawin Cerai Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan pada anak. Shutterstock

    Ilustrasi kekerasan pada anak. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -  Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Ulfah Anshor angkat bicara seputar dampak fenomena kawin cerai di kalangan masyarakat, terhadap anak-anak. Dia tak menampik bahwa fenomena yang intensitasnya tinggi itu sering berakibat pada perebutan hak asuh anak.

    “Dipastikan anak-anak kehilangan pengasuhan, dan terganggu tumbuh kembangnya,” ujar Ulfah saat dihubungi Tempo, Senin, 3 April 2017.

    Pengasuhan anak pasca perceraian orang tua, menurut dia harus melalui sejumlah prosedur. Melalui pengadilan, kata Ulfah, hakim bisa diminta untuk mencantumkan ketentuan mengenai kuasa asuh atas anak yang bersangkutan. Hal itu melalui pertimbangan terkait apakah kuasa asuh akan diberikan pada pihak ayah maupun ibu.

    “Jika kuasa asuh tak dicantumkan dalam keputusan perceraian, orang tua bisa melakukan kompromi dan negosiasi tapi disesuaikan dengan kondisi anak,” tutur Ulfah.

    ADVERTISEMENT

    Penentuan hak asuh pasca perceraian, kata dia, tak boleh menutup akses bagi anak untuk menemui kedua orang tuanya. “Prinsipnya, setiap anak memiliki hak mendapat kasih sayang dari kedua orang tua, sehingga pihak yang memperoleh kesempatan sebagai kuasa asuh tak boleh menutup akses anak untuk bertemu ibunya atau ayahnya.”

    YOHANES PASKALIS

    Baca juga :
    April Mop, Hati-hati Jika Ingin Ngerjain Anak
    5 Bahasa Cinta Anak, Buah Hati Anda Dominan yang Mana  
    Teknik Memeluk Anak yang Sedang Ngambek


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.