Jenis Terapi yang Tepat untuk Pulihkan Stres Pasca-Trauma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita pekerja yang stress. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita pekerja yang stress. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak sedikit orang yang pernah punya pengalaman sangat buruk dan berdampak pada trauma psikis berkepanjangan atau yang dikenal dengan istilah post-traumatic stress disorder (PTSD) atau stres pascatrauma. Direktur Eksekutif Center for Deployment Psychology di Uniformed Services University of the Health Sciences (USUHS), David Riggs, mengatakan PTSD bisa diterapi untuk kesembuhan namun membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

    Secara media, PTSD dapat disembuhkan melalui terapi eksposure, terapi pengolahan kognitif, dan terapi eye movement desensitization and reprocessing, yang akan membuat seseorang mampu menghadapi sumber traumanya. “Bagaimanapun, pengobatan paling efektif untuk mengatasi trauma psikis adalah peduli pada diri sendiri . Penderita harus mulai memikirkan apa yang baik untuk dirinya agar tidak tenggelam dalam pikiran traumatik,” kata Riggs.

    Salah satu yang paling ampuh, menurutnya, adalah dengan mendekatkan diri pada keluarga dan sahabat, jangan sampai merasa sendirian. Banyak-banyaklah mengobrol dan beraktivitas dengan orang-orang terdekat untuk membangun energi positif.

    Cara lainnya adalah dengan relaksasi. Biasakan mengambil waktu untuk bersantai, seperti membaca buku, mendengarkan musik yang tenang, atau jalan-jalan. Bisa juga dengan meditasi, yoga, atau terapi pijat. “Selain itu, rutinlah berolahraga, istirahat yang cukup, menulis buku harian, dan hindari alkohol serta narkoba. Kurangi juga kafein, batasi paparan terhadap tayangan televisi, dan yang terpenting biasakan diri untuk membantu sesama di lingkungan,” jelas Riggs.

    Bangkit dari trauma adalah hal yang sulit, tetapi tidak mustahil. Jangan malu untuk mengungkapkan trauma yang dirasakan pada orang yang dipercaya. Lebih terbukalah dalam menjalani hidup, dan ingat bahwa masih banyak orang dengan beban yang lebih berat.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Memahami Kegunaan Vitamin K bagi Tubuh
    Mau Panjang Umur, tapi Takut ke Dokter, Itulah Generasi X
    Campuran Kopi dan Cokelat, Cara Ampuh Tingkatkan Konsentrasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.