Minyak Kelapa untuk Merawat Kecantikan, Ketahui Dulu 4 Faktanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minyak kelapa murni (virgin coconut oil). tokothai.nl

    Ilustrasi minyak kelapa murni (virgin coconut oil). tokothai.nl

    TEMPO.CO, Jakarta - Minyak kelapa atau coconut oil diketahui memiliki banyak khasiat. Di dunia kecantikan, penggunaan minyak kelapa kini semakin populer sehingga cukup mudah ditemukan di pasaran.

    Namun, sebelum Anda memutuskan mengikuti tren perawatan kecantikan dengan menggunakan minyak kelapa, ada empat hal yang perlu diketahui lebih dulu:

    1. Gunakan yang padat
    Beberapa toko menjual minyak kelapa dalam bentuk padat atau cair. Meski sama-sama disebut minyak kelapa, terkadang kualitasnya berbeda. Lemak jenuh seperti butter, lemak, dan minyak kelapa harus berada di temperatur yang solid. Minyak kelapa yang dikemas di dalam botol biasanya diproses ekstra yang membuat fatty acids kehilangan manfaatnya.

    2. Organik atau non organik?
    Kabar baik untuk Anda yang sedang berhemat. Kelapa tidak banyak mengandung residu pestisida. Jadi, tak harus beli yang organik. Begitu juga dengan kelapa yang berlabel non-GMO (non genetically modified). Kesimpulannya, tak usah pusing mengeluarkan uang banyak demi yang berstatus non-GMO.

    ADVERTISEMENT

    Jika Anda masih ingin beli yang organik, pilihan yang berlabel 100 persen organik cold-pressed coconut oil untuk kulit yang lebih lembut dan indah.

    3. Perhatikan istilah pada label
    Jika memungkinkan, belilah minyak kelapa yang berlabel “unrefined,” “extra virgin”, dan atau “cold pressed,” untuk mendapatkan nutrisi dan antioksidan yang baik. Hindari minyak kelapa yang berlabel “pengharum.”

    4. Jangan kalap
    Di dunia maya, banyak sekali orang yang mengatakan manfaat dari minyak kelapa. Menurut penelitian, minyak kelapa dapat meningkatkan kolestrol HDL (High Density Lipoprotein atau dikenal sebagai kolesterol baik) jika dikonsumsi secukupnya.

    Namun, minyak kelapa juga bisa meningkatkan kolestrol LDL (Low Density Lipoprotein atau dikenal sebagai kolesterol jahat). Minyak kelapa juga mengandung lemak jenuh, jadi harus dibatasi konsumsinya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Bahaya Menggunting Bulu Mata Bayi
    Kiat Mengawetkan Makanan tanpa Pengawet


    Aneka Cokelat dengan Cita Rasa Prancis di Cacaote


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.