Persoalan yang Bisa Bikin Bos Frustrasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memimpin rapat. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita memimpin rapat. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Memimpin sebuah tim adalah suatu kehormatan, sekaligus tantangan. Mesti berada di posisi yang tinggi, Anda dihadapkan pada berbagai masalah dan tanggung jawab. Indikator sukses tidaknya seorang pimpinan bergantung pada bagaimana dia mengelola kerja tim, menangani setiap rintangan, dan seberapa tahan dia bekerja di bawah tekanan.

    Artikel terkait:
    3 Kunci Sukses Wawancara Kerja bagi Introver
    Ingin Bahagia Saat Bekerja, Berhentilah Mengeluh
    Patut Dicoba, Mengetes Siapa Rekan Kerja yang Bisa Dipercaya

    Setiap pemimpin mesti belajar bersinergi dengan anak buahnya, juga memberikan arahan sekaligus contoh. Masalah juga bakal timbul silih berganti tidak peduli seberapa terampilnya orang tersebut menjadi pemimpin. Berikut ini tantangan yang lazim dihadapi para pimpinan, seperti dikutip dari laman Allwomenstalk.

    1. Anggota sulit diajak bekerja sama
    Ketika menjadi pemimpin, semua tugas akan lebih ringan jika dikerjakan bersama. Memiliki tim yang tangguh dan kompak adalah impian setiap pemimpin. Terhadap anggota tim yang kurang kooperatif, pemimpin dapat bernegosiasi dan mencari jalan keluar supaya suasana kerja kondusif. 

    ADVERTISEMENT

    Meski demikian, jangan terlalu larut dengan anak buah yang “jalan sendiri”. Ingat, ada target yang harus dicapai, dan anggota tim lain yang masih bisa diajak bekerja sama juga membutuhkan perhatian dan apresiasi.

    2. Stres
    Bertanggung jawab memastikan tim bekerja dengan baik bukanlah tugas mudah. Tanggung jawab ini dapat menguras energi, baik secara mental maupun fisik. Sebab, pada dasarnya, Anda yang mengendalikan dan atasan percaya pekerjaan akan berjalan lancar.

    3. Kendala waktu
    Setiap tugas mempunyai tenggat penyelesaian. Ketika bekerja dalam tim, mungkin urusan mengejar tenggat buat setiap anggota berbeda-beda. Ada yang lekas mengerjakan sejak pertama diberi tugas, ada pula yang menunda-nunda hingga menjelang deadline.

    Sebagai pemimpin, jangan pernah bosan mengingatkan anak buah menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Jika perlu, bertanyalah. Mungkin ada anggota tim Anda yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas.

    4. Terlalu banyak tugas
    Selain memotivasi dan memperhatikan tim, Anda bertanggung jawab menetapkan peran, mengecek perkembangan di internal dan eksternal perusahaan, serta berurusan dengan tugas administratif lain. Beban tugas seperti ini memang luar biasa. Tapi, dengan berpikir positif dan berusaha, tak ada yang mustahil.

    5. Menjaga ketenangan
    Pemimpin juga manusia yang bisa frustrasi dan mengalami ledakan emosi. Yang paling sulit ketika menduduki jabatan pemimpin adalah menjaga ketenangan setiap saat. Tim Anda perlu tahu bahwa pemimpinnya memiliki pikiran yang kuat dan karakter yang ambisius. Jadi temukan teknik relaksasi yang tepat.

    6. Menemukan keseimbangan
    Seorang pemimpin semestinya membangun hubungan personal dengan anak buah. Terlepas dari jabatan yang diemban, jadikan diri Anda pribadi yang ramah dan bersahaja agar siapa pun tak sungkan jika ingin menyampaikan sesuatu. Apabila Anda bisa membedakan hubungan pribadi dengan hubungan profesional, baik pekerjaan maupun interaksi, semua orang akan berada di posisi yang sesuai dengan porsi masing-masing. 

    7. Memberi contoh 
    Kalimat, “Lakukan seperti yang saya katakan, bukan yang saya lakukan” bukanlah cara yang tepat ketika memimpin sebuah tim. Sebab, anak buah Anda mengharapkan dukungan dan bimbingan. Karena itu, sangat penting memberi contoh yang baik.

    Memang, memikirkan apa yang baik untuk dikatakan dan dilakukan bisa membuat Anda frustrasi. Tapi itu adalah bagian dari pekerjaan.

    LUCIANA

    Berita lainnya:
    Ungkapan Cinta selain I Love You
    Atasi Kurang Darah dengan Olahraga Berikut
    Adele Lindungi dan Manjakan Putra Semata Wayangnya



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.