Owl Cafe, Aroma Semenanjung Malaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerai perdana OWL Cafe di Gandaria City Mall Jakarta. 29 Maret 2017. Tempo/Zara

    Gerai perdana OWL Cafe di Gandaria City Mall Jakarta. 29 Maret 2017. Tempo/Zara

    TEMPO.CO, Jakarta - Nuansa kolonial membekap setiap orang yang melangkah masuk ke Owl Cafe. Perpaduan dinding bata putih, beberapa jendela kaca tinggi, dan warna biru yang mengelilingi kafe menggambarkan pelaut yang kerap singgah di Semenanjung Malaya pada abad ke-14.

    “Kami mengetengahkan sentuhan gaya heritage kolonial Belanda di bagian desain interior,” kata Marketing and Business Development Manager PT Montin Vivo Indonesia –pemilik franchise Owl Cafe, Dwi Putra saat peluncuran gerai perdana Owl Cafe di Mall Gandaria City Mall, Jakarta Selatan, Rabu 29 Maret 2017.

    Artikel kuliner lainnya:
    Pai Hokkaido dan Pablo, Mana Lebih Enak?
    Sana Sini Restaurant dengan Hidangan dari Empat Penjuru
    HokBen Kenalkan Varian Baru Makanan Ringan dan Minuman

    Owl Café merupakan kedai kopitiam yang menyajikan konsep Straits Asian, yakni minuman dan makanan khas Malaka. Didirikan pada 1956, gerai Owl Café yang tersebar di Singapura ini meracik dan menyajikan berbagai jenis kopi arabika dan robusta. Harum kopi menyeruak sampai ke teras Owl Cafe di Mall Gandaria City,

    ADVERTISEMENT


    Gerai perdana Owl Cafe di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan. (Tempo/Zara)

    Direktur Operasional Owl Café Jakarta, Dwi Danu Hartanto mengatakan restoran tersebut membidik konsumen dengan rentang usia 20 sampai 40 tahun. Sebab itu, menurut dia, suasana di kafe cocok untuk ngobrol bersama teman maupun bekerja. “Kami ingin menyuguhkan suasana mewah yang bersahabat, baik dari pelayanan dan harga,” ujar Dwi Danu.

    Selain mengetengahkan aneka suguhan kopi, Dwi Danu mengatakan Owl Cafe juga menyediakan hidangan untuk memanjakan perut pengunjung dengan ciri khas Malaka dan Nusantara. Beberapa menu andalannya adalah Hainanese Curry Chicken, Seafood Noodles, Spaghetti Laksa with Tiger Prawn, Tahu Pong, Singkong Goreng, dan Kue Pancong Kelapa. “Tak hanya Malaysian food, kami juga mengeksplorasi makanan lokal kemudian dikombinasikan dengan menu asli Owl Café,” kata Dwi Danu.


    Suasana di salah satu sudut Owl Cafe di Mall Gandaria City, Jakarta. (Tempo/Zara)

    Cita rasa Hainanese Curry Chicken cukup pedas dan bertekstur kental. Isi kari seharga Rp 60 ribu ini adalah daging ayam dan kentang. Adapun Seafood Noodles seharga Rp 55 ribu, terdiri dari udang dan ikan yang terendam di dalam kaldu ayam.

    Sedangkan minuman jagoan Owl Cafe adalah Kopi O dan Teh Gula Malaka. Kopi O merupakan racikan kopi hitam dengan gula, sedangkan Teh Gula Malaka adalah teh tarik khas Malaka terbuat dari gula merah. Kedua minuman itu dibanderol Rp 18 ribu dan 22 ribu.


    Teh Gula Malaka di Owl Café di Mall Gandaria City, Jakarta. (Tempo/Zara)


    Mango Pomelo Soya Pudding di Owl Café Mall Gandaria City, Jakarta. (Tempo/Zara)


    Menu Soft Shell Crab Salad with Wasabi Mayo Dressing di Owl Café Mall Gandaria City,  Jakarta. (Tempo/Zara)

    ZARA AMELIA

    Berita lainnya:

    Mau Naik Gunung, Yoga Dulu Yuk
    Kulit Cantik Bak Seleb Korea, Innisfree Buka Gerai di Jakarta


    Bunga Jelitha Puteri Indonesia 2017, Ada Insiden Keliru Nama


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.