Riset: ASI Tak Pengaruhi Perkembangan Kognitif Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ibu menyusui. Shutterstock

    Ilustrasi Ibu menyusui. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Manfaat air susu ibu (ASI) sudah tidak diragukan lagi. Namun, ASI tidak akan meningkatkan perkembangan kognitif anak dalam jangka panjang. Interaksi orang tua dengan anak yang mempengaruhi perkembangan otak anak bukan nutrisi ASI.

    Fakta ini disimpulkan oleh penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics. Hasil penelitian menunjukkan, memang anak yang minum ASI hingga usia 6 bulan, risiko hiperaktifnya berkurang hingga berusia 3 tahun.

    Namun, setelah anak berusia 5 tahun, tidak ada perbedaan antara anak yang mengkonsumsi ASI dengan yang tidak. "Kami tidak bisa menemukan kaitan langsung antara menyusui dengan perkembangan koginitif anak," ujar salah seorang peneliti Lisa-Christine Girard.

    Bukan nutrisi dalam ASI yang membuat anak lebih pintar ungkap penelitian tersebut, namun interaksi orang tua dengan anak yang mempengaruhi perkembangan otak anak.

    ADVERTISEMENT

    Seperti dikutip dari laman The Sun, penelitian ini dilakukan terhadap 8.000 anak di Irlandia ketika mereka berusia 9 bulan, 3 tahun, hingga 5 tahun. Kendati tak ditemukan kaitan langsung antara konsumsi ASI dengan perkembangan kognitif anak, bukan berarti ASI tidak diperlukan oleh anak. Beragam manfaat ASI tetap dibutuhkan anak.

    Setidaknya hasil penelitian ini bisa membuat para ibu yang kesulitan memproduksi ASI atau terpaksa memberikan susu formula bagi anaknya, lebih lega karena berarti perkembangan kognitif anak tidak dipengaruhi oleh faktor ASI.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    Referensi Buku untuk Anak yang Beranjak Remaja

    Oatmeal Coklat untuk Tingkatkan Kerja Otak Anak

    Agar Karyawan Tak Sungkan Sampaikan Ide Segar untuk Perusahaan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?