Kiat Membentuk Karakter Positif Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua mendongeng. emotionaldevelopment.org

    Ilustrasi orang tua mendongeng. emotionaldevelopment.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang tua ingin anak mereka menjadi pribadi yang peduli kepada sesama, sopan, memahami perasaan orang lain, dan berwawasan luas. Untuk membentuk karakter itu, anak membutuhkan bantuan dan bimbingan dari orang tua.

    Berdasarkan penelitian Human Development Researchers di Harvard University, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua agar dapat membentuk karakter anak yang penuh empati. Berikut ini tipnya seperti dikutip dari laman Popsugar:

    1. Luangkan waktu bersama anak secara teratur dan ajak diskusi
    Orang tua yang menghabiskan waktu dengan anak-anak secara teratur, maka anak akan belajar untuk peduli dan mencontoh perilaku tersebut. Meluangkan waktu bersama anak menjadi jalan menunjukkan kasih sayang, mencari tahu minat anak, menghargai usaha dan memuji prestasi anak, sampai berdiskusi dan terlibat dalam percakapan yang hangat. Hubungan baik dan sikap menghormati akan menunjukkan kepada mereka bagaimana berelasi dan anak akan menirunya.

    2. Menjadi contoh dan mentor yang kuat
    Anak-anak akan menghormati apa yang orang tua katakan ketika melihat mereka melakukan hal yang sama. Anak meniru apa yang dilihatnya dari orang tua. Tanamkan nilai kejujuran, kerendahan hati, memberikan bantuan kepada orang lain, maka anak akan merefleksikan perilaku orang tuanya. Orang tua harus terbuka, jika melakukan kesalahan maka akui dan perbaiki.

    ADVERTISEMENT

    3. Membuat prioritas
    Orang tua wajib memberitahu anak bahwa peduli dan berbuat baik itu penting. Orang tua harus mendorong anak menyelesaikan masalah dengan memikirkan pengaruh keputusannya terhadap orang lain.

    4. Berikan kesempatan bertanggung jawab
    Biarkan anak melakukan pekerjaan di rumah, membantu orang lain, dan peduli dalam rutinitas sehari-hari mereka. Berdiskusilah dengan anak tentang apa yang terjadi di masyarakat. Cara ini dapat memperluas pemahaman mereka tentang kepedulian dan lingkungan di sekitarnya. Jangan lupa mengajarkan mereka untuk mengucapkan terima kasih dan selalu bersyukur.

    5. Bantu anak memahami kesulitan dan pengalaman orang lain
    Anak-anak biasanya peduli terhadap kelompok yang lebih kecil dari keluarga dan teman-teman. Nah, untuk memperluas lingkaran mereka, coba libatkan anak dalam komunitas yang lebih besar. Dorong anak untuk mendengarkan orang lain, menghargai nilai-nilai yang berbeda dari mereka untuk menumbuhkan toleransi dan kasih sayang.

    6. Biarkan anak memutuskan
    Ketika anak mendapatkan masalah, bantu dengan memandu mereka mengambil keputusan. Dorong anak untuk belajar bekerja sama dengan orang lain dalam memecahkan masalah.

    7. Bantu anak memahami perasaannya dan mengendalikan diri saat menghadapi konflik
    Dorong anak untuk mengekspresikan perasaan, mengontrol emosi dengan mengambil napas dalam-dalam, dan membiarkannya tenang. Bantu mereka saat menghadapi dan menyelesaikan konflik sekaligus memahami perasaan orang lain.

    DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    Jadi Korban Gosip di Kantor, Bagaimana Menghadapinya

    Ada Lapisan Lilin pada Buah Impor, Aman atau Berbahaya?
    Kesemutan, Kebas, dan Kram Pertanda Gangguan di Saraf Tepi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.