Seniman Erwin Murm Jadi Inpirasi Koleksi Terbaru Mel Ahyar First

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mel Ahyar. TEMPO/Frannoto

    Mel Ahyar. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mel Ahyar yang seringkali merancang busana yang terinspirasi dari berbagai budaya dan latar belakang suatu daerah di dunia. Dalam panggung Plaza Indonesia Fashion Week 2017, Mel Ahyar membawa tema fraktal yang cukup rumit, tetapi tetap terlihat cantik

    Kali ini dia terinspirasi dari seorang seniman kontemporer asal Austria bernama Erwin Wurm yang seringkali melakukan manipulasi realitas ke dalam bentuk yang lebih rumit. Inspirasi tersebut dituangkan dalam motif-motif yang tampak rumit namun sejatinya indah dan cantik.

    Tak hanya terinspirasi oleh seni kontemporer, koleksi ini juga mengambil keindahan seni dari persamaan matematika. Sebuah algoritma matematika yang ditampilkan dalam keadaan berulang dan skala yang berbeda-beda akan membentuk pola simetris yang disebut fraktal. Berbeda dari bentuk geometris pada umumnya, bentuk fraktal dapat menciptakan pola yang bermacam-macam dengan skala yang berbeda.

     


    Finale of "FRACTAL GRADINA" Prefall '17 (PIFW)

    A post shared by mel ahyar first (@melahyarfirst) on Mar 27, 2017 at 10:48pm PDT




    Bentuk fraktal sendiri diakui dalam dunia matematika dan seni digital sebagai sesuatu yang rumit namun indah dan fungsional. Bentuk-bentuk fraktal telah banyak terdapat di alam seperti mahkota bunga matahari, rumah siput, motif sayap kupu-kupu, dan capung. Beberapa seniman menyebut teori fraktal sebagai chaos theory, keindahan yang tercipta dari kekacauan dan kerumitan.

    “Dalam salah satu tema karyanya berjudul One Minute Sculpture, Wurm menunjukkan hubungan unik antara model seni dengan benda sehari-hari. Keindahan dari hal-hal rumit yang diangkat oleh Wurm inilah yang menginspirasi Mel Ahyar First dalam proses penciptaan koleksi Fraktal Gradina Prefall 2017,” kata Mel Ahyar.




    Mel Ahyar First mengejawantahkan teori fraktal ini dalam motif-motif percampuran geometris dan bentuk fraktal dari alam seperti ngengat, capung, dedaunan, dan bunga. Indahnya taman bunga direka ulang dengan algoritma dan persamaan matematika.

    Tak melupakan prinsip “Captivating through Art”, Mel Ahyar First memilih warna-warna terang dan kontras serta motif-motif geometris berulang dari kupu-kupu, capung dan dedaunan yang merupakan aplikasi dari teori fraktal dan karya seni kontemporer. Dalam koleksi kali ini bahan-bahan yang dipilih adalah bahan organdy silk, silk, dan linen dengan detail bordir, embellishment manik-manik, dan batu mulia dalam setiap item yang dibuat.

    BISNIS

    Baca juga:

    Salah Kostum di Kantor, Jangan ya
    Dian Pelangi Terpaksa Mengalah kepada Barli Asmara Demi...
    Imajinasi Futuristik Koleksi Musim Gugur Yosafat Dwi Kurniawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.