Anak Sekarang Nyandu Gadget, Psikolog: Tengok Dulu Orang Tuanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak main ponsel pintar. (Shutterstock.com)

    Ilustrasi anak main ponsel pintar. (Shutterstock.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian besar orang tua sekarang mengeluhkan anak mereka yang doyan bermain gadget. Bahkan, kebutuhan akan gadget menjadi prioritas ketimbang menghabiskan makanan atau bermain bersama teman-temannya.

    Psikolog Elizabeth Santosa mengatakan karakter anak di era digital tentu berbeda dengan anak zaman orang tuanya dulu. Menurut dia, tak adil jika orang tua langsung menghakimi anaknya candu gadget tanpa melihat seperti apa perilaku orang tua itu sendiri terhadap gawai mereka.

    Artikel terkait:
    Aturan Main Jika Anak Punya Gadget
    Saran Psikolog agar Anak Tidak Kecanduan Gadget
    Menonton Televisi dan Main Gadget untuk Anak 1,5 Tahun

    "Saya kembalikan lagi kepada orang tua, mereka mau membentuk anak seperti apa kalau diri sendiri keasyikan dengan gadget," kata Elizabeth dalam acara Cussons Bintang Kecil di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Minggu 26 Maret 2017. "Jangan bilang 'mommy loves you', tapi sambil pegang gadget."

    ADVERTISEMENT

    Sebab, Elizabeth melanjutkan, jika anak sering melihat orang tuanya memegang gadget, maka mereka akan meniru. Orang tua, dia mengatakan, mestinya memahami kalau gawai adalah alat yang pemakaiannya harus diawasi dan orang tua menjadi pengamat utama dari anak-anak mereka.

    Elizabeth menyarankan agar orang tua juga bisa menempatkan diri dalam menggunakan peralatan kerja mereka, termasuk gadget. "Fokus dan buatlah anak tumbuh dengan cinta," ujarnya. Ciri-ciri anak yang tumbuh dengan cinta antara lain ceria, periang, dan ramah.

    RINI K

    Berita lainnya:

    Berapa Usia yang Tepat untuk Memakai Kawat Gigi?
    Kylie Jenner Diamuk Fans Gara-gara Nama Kosmetiknya

    Diakah Mr. Right untukmu? Cari Tahu Lewat Kencan Pertama


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...