Anak Terlambat Bicara, Jangan Langsung Divonis Autisme

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi anak mengemut jari. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Anak yang terlambat bisa bicara jangan langsung dicap mengalami autisme. Bisa jadi ada penyebab lain yang menyebabkan keterlambatan itu.

Keterlambatan itu bisa dideteksi apabila kemampuan bicara anak terlambat lebih dari tiga bulan dari perkembangan yang seharusnya, begitu yang dijelaskan pakar pengobatan tradisional Cina, Master Wong, dalam bukunya “A Soul of Healing”.

Artikel terkait:
Istri Bebi Romeo Hapus Video Bersama Bayinya
Manfaat Anak Mengkonsumsi Segelas Susu Setiap Hari

Anak Takut Difoto dan Tak Fotogenik, Selidiki Penyebabnya

Contoh, anak berusia 1 tahun tapi kemampuan bicaranya setara dengan bayi 9 bulan. Kemampuan berbicara sendiri mencakup dua hal, yakni:

1. Ekspresif, yakni pengungkapan gagasan atau perasaan, baik dengan kata-kata maupun gerak badan seperti menangis atau tertawa.
2. Reseptif atau pengungkapan lewat bahasa.

Normalnya, perkembangan kemampuan berbicara anak dimulai sejak:
#3 bulan
#4 bulan anak mulai menggumam seperti mengucapkan kata “ma-ma-ma” atau “pa-pa-pa”.

#Usia 9 bulan anak mulai menggandakan kata seperti “mama-mama”.
#Usia 10-11 bulan anak meniru kata yang diucapkan orang di sekitarnya.

#Di atas 12 bulan anak mulai mengucapkan kata dan mengerti artinya.
#Menjelang 24 bulan, anak berkemampuan mengumpulkan kosa kata dan membuat kalimat.

Selain pendengaran, penyebab lain keterlambatan bisa dilihat dari fungsi otak. Apabila anak terlihat tidak memiliki respons terhadap ekspresi dan reseptif, maka harus dicari tahu apakah terjadi kerusakan pada otak.

Kasus lain yang sering terjadi adalah akibat Global Delay Development atau keterlambatan perkembangan psikomotor umum, down syndrome, kelainan saraf sensorik untuk pendengaran, atau autisme. Faktor lain yang bisa memicu anak terlambat berbicara adalah kelainan organ bicara, misalnya lidah lebih pendek sehingga cadel.

Perhatikan pula bila anak mengeluarkan kata dengan lafal yang kurang benar, misalnya “susu” menjadi “cucu”. Orang tua atau orang di sekitar jangan melafalkan kata dengan bahasa bayi. Bicaralah sesuai bahasa yang digunakan pada umumnya karena mengucapkan kata secara salah akan ditangkap anak sebagai pembenaran.

Mitos lain mengatakan anak perempuan lebih cepat berbicara dibanding anak laki-laki. Fakta itu tidak benar karena kemampuan bicara mengacu pada perkembangan normal anak. Anak yang lebih banyak bergerak atau hiperaktif biasanya agak sulit berkonsentrasi dan cenderung tidak memperhatikan sehingga kemungkinan mengalami terlambat bicara.

Selain itu, anak yang tunarungu pasti juga tunawicara sehingga perhatian orang tua akan ketidaknormalan anak sangat dibutuhkan sejak dini agar bisa menyiapkan alat bantu sejak awal. Bila orang tua tidak menyadari hal itu, anak akan tertinggal dalam segala hal, mulai dari pendidikan hingga pergaulan.

PIPIT

Berita lainnya:

Proses Persalinan Putri Titian Bikin Netizen Terharu
Dian Pelangi Terpaksa Mengalah kepada Barli Asmara Demi...
Jadi Penasihat Donald Trump, Ivanka Angkat Penata Gaya Pribadi






7 Aturan Gaya Pola Asuh yang Harus Diikuti Keluarga Kerajaan Inggris

4 hari lalu

7 Aturan Gaya Pola Asuh yang Harus Diikuti Keluarga Kerajaan Inggris

Pembaptisan anak hingga larangan untuk berbicara keras di depan umum, inilah 7 pola asuh anak yang harus ditaati oleh keluarga Kerajaan Inggris.


4 Jenis Pola Asuh Anak dan Dampaknya

4 hari lalu

4 Jenis Pola Asuh Anak dan Dampaknya

Dalam psikologis, dikenal 4 gaya pola asuh anak, yaitu pola asuh otoritatif, otoriter, permisif, dan pengabaian. Berikut adalah penjelasannya.


4 Mitos Pengasuhan Anak alias Parenting yang Harus Anda Tinggalkan

5 hari lalu

4 Mitos Pengasuhan Anak alias Parenting yang Harus Anda Tinggalkan

Seiring perkembangan zaman dan pengetahuan, berikut adalah empat mitos terkait pola asuh anak atau parenting yang sebaiknya Anda tinggalkan.


Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini saat Anak Tantrum

6 hari lalu

Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini saat Anak Tantrum

Tantrum merupakan cara anak-anak kecil mengekspresikan kekesalan atau frustrasi mereka. Ini tahapan khas dalam pertumbuhan anak.


4 Tips Menjadi Ibu Tangguh ala Ayudia C dari Manajemen Waktu hingga Memanfaatkan Teknologi

41 hari lalu

4 Tips Menjadi Ibu Tangguh ala Ayudia C dari Manajemen Waktu hingga Memanfaatkan Teknologi

Ayudia C selalu up to date terhadap perkembangan zaman, untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya


Peran Gaya Parenting: Bisa Bikin Orang Tua Baik atau Buruk di Mata Anak

43 hari lalu

Peran Gaya Parenting: Bisa Bikin Orang Tua Baik atau Buruk di Mata Anak

Menjadi orang tua yang baik adalah impian semua orang, tapi salah memilih gaya parenting bisa menjadikan hal sebaliknya


Cara Menyiapkan Anak Hadapi Tantangan di Masa Datang

52 hari lalu

Cara Menyiapkan Anak Hadapi Tantangan di Masa Datang

Perkembangan dunia sudah sangat pesat dan persaingan pun semakin ketat sehingga anak pun perlu dipersiapkan sejak sekarang untuk menghadapinya.


Gaya Parenting Kristen Bell Memanfaatkan Sistem Pendukung Termasuk dari Serial Kartun

29 Juli 2022

Gaya Parenting Kristen Bell Memanfaatkan Sistem Pendukung Termasuk dari Serial Kartun

Kristen Bell mengatakan dia menghargai pesan yang diambil anak-anaknya dari tema dan cerita Paw Patrol.


Pola Asuh yang Ideal Menurut Dokter Anak

22 Juli 2022

Pola Asuh yang Ideal Menurut Dokter Anak

Bukan yang permisif, bukan pula otoriter. Ini pola asuh yang ideal menurut dokter anak.


Zaskia Adya Mecca Ajarkan Anak Buat Keputusan Sendiri supaya Lebih Mandiri

22 Juli 2022

Zaskia Adya Mecca Ajarkan Anak Buat Keputusan Sendiri supaya Lebih Mandiri

Zaskia Adya Mecca tak ingin menentukan semua hal untuk anaknya hanya karena mereka masih kecil, belum mengerti, atau merasa orang tua yang lebih tahu.