Kolesterol Turun dengan Ekstrak Seledri Jepang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • wikimedia.org

    wikimedia.org

    TEMPO.CO, Surabaya - Jumlah penderita stroke dan kolesterol di Indonesia yang banyak membuat Kholilah Nur Hidayah, mahasiswa jurusan Biologi FMIPA ITS Surabaya, bersama teman-temannya membuat cara pencegahannya pada 2016.

    Setelah melakukan berbagai penelitian, mereka menemukan ekstrak seledri Jepang atau yang biasa dikenal dengan nama ashitaba bisa menurunkan kadar kholesterol di dalam daging ayam.

    Tidak semua kolesterol itu jahat terhadap tubuh manusia. Hasilnya, ekstrak seledri tersebut mampu menurunkan kadar kolesterol pada daging ayam hingga 30 persen.  Selain Kholilah, tim berjumlah empat orang ini antara lain beranggotakan Raden Yuvita Rakhman, Faishal Aliwardana, dan Lintang Pertiwi.

    Menurut Kholilah, timnya memilih daging ayam sebagai objek penelitian karena paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Daging ayam yang tersebar di pasaran mayoritas berasal dari ayam broiler atau ayam ras pedaging dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi. "Kami mencekoki ayam-ayam tersebut dengan ekstrak ashitaba yang sudah diolah," jelas Kholilah.

    ADVERTISEMENT

    Ekstrak yang berasal dari daun tumbuhan dengan nama ilmiah Angelika Keiskei itu diolah melalui proses evaporasi. Sebanyak 60 ayam digunakan untuk percobaannya dengan perlakuan yang berbeda pada setiap 15 ayam.

    Perlakuan tersebut dibedakan berdasarkan konsentrasi ashitaba yang diberikan kepada ayam, yaitu 0 persen, 5 persen, 7,5 persen, dan 10 persen. Dari percobaan selama sebulan didapatkan bahwa konsentrasi 10 persen yang berhasil menurunkan kadar kolesterol paling tinggi, yaitu sebesar 30 persen.

    Selain menurunkan kadar kolesterol, Kholilah menjelaskan ekstrak ashitaba juga dapat menaikkan berat badan ayam. "Dengan masa panen yang sama antara ayam broiler yang diberi ekstrak dan tanpa ekstrak ashitaba, terbukti ayam dengan perlakuan ashitaba memiliki bobot yang lebih besar," ujarnya.

    Mahasiswa angkatan 2012 itu mengaku ide tentang ekstrak ashitaba tersebut mereka dapatkan ketika tim sedang melakukan studi ekskursi ke Bali. "Kala itu, kami mengunjungi salah satu lokasi wisata yang terdapat banyak tanaman herbal. Di situlah kami mengetahui tentang Angelika Keiskei untuk menurunkan kadar kolesterol," ujarnya.

    Penelitian yang mereka lakukan tersebut berhasil meraih dua penghargaan dalam International Engineering Invention and Innovation Exhibition (I-ENVEX) 2016 yang berlangsung di Malaysia. Penghargaan yang diterima adalah Leading Innovation Award dari International Intellectual Property Network Forum Jepang dan Silver Medal untuk kategori Health, Biotechnology and Chemical.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Bolehkah Kita Mengkonsumsi Mie Instan?
    Jus Seledri untuk Tidur Anda yang Lebih Lelap

    Olahraga Tanpa Mengenakan Celana Dalam, Bolehkah?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.