Menu Ayam Berdiri di Tahun Ayam Api

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menu Ayam Berdiri di Xiang Fu Hai Restaurant, Vasa Hotel Surabaya, Jawa Timur. Hidangan ayam berdiri ini mengandung filosofi yang sama dengan tahun Ayam Api. Tempo/JAYANTARA MAHAYU

    Menu Ayam Berdiri di Xiang Fu Hai Restaurant, Vasa Hotel Surabaya, Jawa Timur. Hidangan ayam berdiri ini mengandung filosofi yang sama dengan tahun Ayam Api. Tempo/JAYANTARA MAHAYU

    TEMPO.CO, Surabaya - Hidangan dari olahan ayam menjadi salah satu bahan yang paling banyak dielaborasi oleh para koki. Mulai dari pengolahan daging, jeroan, pemilihan teknik memasak, sampai penyajiannya.

    Xiang Fu Hai Restaurant di Vasa Hotel Surabaya, Jawa Timur, membuat inovasi dalam menu olahan ayam. Executive Chef di Xiang Fu Hai Restaurant, Sky Lee mengatakan salah satu hidangan unik yang disajikan adalah Ayam Berdiri. Sesuai namanya, ayam utuh ini disajikan dalam posisi tegak dengan penopang.

    Artikel terkait:
    Steak Resep Leluhur di Heritage Bogor Permai
    Food for The Seoul, Nikmati Menu Korea Langsung dari Asalnya
    B Steak Grill n Pancake Muncul dari Mimpi Steak Harga Terjangkau

    “Kami mambuat satu menu makanan yang beda dari tempat lain,” kata Sky Lee saat ditemui Tempo di Xiang Fu Hai Restaurant Vasa Hotel Surabaya, Rabu 22 Maret 2017. Pada hidangan Ayam Berdiri, restoran yang berkonsep Cina itu mengambil filosofi dari Tahun Ayam Api. “Ini adalah Tahun Ayam, maka kami membuat menu spesial Ayam Berdiri.”

    ADVERTISEMENT

    Chef Sky Lee menjelaskan, proses pembuatan Ayam Berdiri membutuhkan waktu sekitar 6 jam, mulai dari pembuatan bumbu, proses marinasi, sampai pemanggangan dan penyajian. Dimulai dengan memilih ayam kampung dengan bobot 500-700 gram lalu merendamnya di dalam air berisi bumbu rempah yang sudah dihaluskan. Proses perendaman atau marinasi ini dilakukan sekitar 4 jam agar bumbu merasuk sampai ke serat daging. “Kami membuat ayam ini terasa kaya rempah dan tanpa vetsin,” ujarnya.

    Setelah bumbu meresap, ayam kemudian dipanggang selama 25 menit. Proses pemanggangan selesai ketika warna ayam sudah kecoklatan. Sebelum dihidangkan, Chef Sky Lee mengatakan, perlu penataan khusus pada piring saji.

    Untuk menambah aroma, Chef Sky Lee menambahkan bumbu rempah, seperti bawang putih, merica, dan peka’ pada piring saji Ayam Berdiri. “Lima menit setelah dibakar sebaiknya langsung dihidangkan,” ucapnya. “Karena makan ayam berdiri saat masih hangat akan terasa lebih lezat.”

    Ketika dicubit, daging Ayam Berdiri terasa empuk dan kenyal, dipadu rasa rempah yang menyisip di dalam serat daging. Jika hendak menyantap menu seharga Rp 188 ribu ini, Chef Sky Lee mengatakan pengunjung mesti melakukan reservasi setidaknya 2 jam sebelum kedatangan.


    Suasana di di Xiang Fu Hai Restaurant, Vasa Hotel Surabaya, Jawa Timur. TEMPO/Jayantara Mahayu

    Suasana Negeri Tiongkok sangat kental di Xiang Fu Hai Restaurant. Dinding rumah makan penuh lukisan bertema Cina yang membawa pesan kepada siapa saja yang menikmati keindahannya. Senandung musik khas Cina yang tenang diputar tiada henti. Chef Sky Lee mengatakan, peralatan makan di restoran ini juga spesial karena didatangkan langsung dari Cina.

    JAYANTARA MAHAYU

    Berita lainnya:
    Istri Bebi Romeo Hapus Video Bersama Bayinya
    Hati-hati 7 Karma jika Berbohong kepada Pasangan
    Stres pada Wanita Lebih Mengkhawatirkan Ketimbang Pria


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...