Salah Kostum di Kantor, Jangan ya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi busana kantor. shutterstock.com

    Ilustrasi busana kantor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita memang tidak bisa dan tak boleh menilai seseorang dari penampilan luarnya. Tapi penilaian itu sulit dihindari karena penampilan adalah penampakan terluar atau yang paling jelas terlihat.

    Jika Anda tak ingin memberikan kesan yang keliru, terutama di tempat kerja, maka bijaksanalah dalam memilih busana. Misalnya Anda menduduki posisi manager di sebuah perusahaan investasi. Tapi ketika memberikan presentasi kepada klien, Anda berpakaian lusuh, celana sobek, dan alas kaki yang sudah usang. Penampilan ini tentu membuat klien tak percaya jika Anda adalah seorang manager.

    Jadi, jangan sampai salah kostum ketika berada di kantor, apalagi jika ada agenda penting yang membutuhkan busana formal. Kalaupun Anda tipe orang yang ‘santai’ dalam berpakaian, sebaiknya simpan busana resmi di kantor untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu membutuhkannya.

    Berikut adalah tujuh hal terkait penampilan yang harus dihindari jika bekerja di kantor:

    1. Sepatu olahraga
    Hindari model sepatu yang terlalu sporty. Sebaiknya memang mengenakan sepatu model pantovel untuk bekerja di kantor agar terlihat lebih formal dan profesional. Apabila terpaksa menggunakan sepatu atletik dengan alasan kesehatan atau harus bekerja di lapangan, pakailah sepatu yang bersih dan dalam kondisi baik.

    2. Wewangian yang menyengat
    Menjaga tubuh tetap harum dan beraroma segar memang perlu asalkan tidak berlebihan. Hormati rekan kerja karena mereka juga punya indra penciuman yang sangat mungkin terganggu jika Anda menyemprotkan parfum dengan aroma menyengat.

    3. Pakaian kusut
    Waktunya untuk mengakrabkan diri dengan setrika. Jika tidak bisa menyetrika, Anda dapat menggunakan jasa binatu. Tidak ada alasan terpaksa mengenakan pakaian kusut karena akan membuat penampilan buruk.

    4. Pakaian senam
    Segala jenis pakaian olahraga sebaiknya tidak dipakai untuk bekerja di kantor. Busana olahraga mungkin nyaman dipakai, tapi Anda akan tampak aneh di antara rekan kerja.

    5. Sandal
    Memakai sandal di kantor memang nyaman. Tak ada jemari kaki yang lembap, bau, dan pegal (untuk mereka yang menggunakan sepatu berhak). Tapi alas kaki seperti ini menimbulkan kesan penampilan yang asal-asalan. “Saya tidak peduli betapa cantiknya pedicure Anda. Tak ada yang ingin melihat jari-jari kaki,” ujar Direktur Pengembangan Karir di Toronto's Herzing College, Byron Thomas.

    6. Pakaian yang terlalu longgar atau ketat
    Kenakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan bidang pekerjaan. Jika semua pakaian kerja terlalu longgar, gunakan jasa penjahit untuk menyesuaikan ukurannya. Hindari pula memakai pakaian yang terlalu ketat. Anda tak perlu memamerkan lekuk tubuh secara cuma-cuma kepada rekan kerja.

    7. Pakaian yang terlalu bergaya
    Model pakaian yang mengikuti tren terkini memang bagus untuk tampil gaya. Hanya jangan terlalu overdressed, sehingga membuat Anda terlihat seperti akan tampil di panggung pertunjukan.

    CHEATSHEET | LUCIANA

    Berita lainnya:

    Obat Tetes Mata untuk Atasi Maskara yang Kering

    Kegiatan Realistis untuk Mengusir Stres, Apa Saja Itu?

    Kulit Cantik Bak Seleb Korea, Innisfree Buka Gerai di Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.