Cara Mudah Mengukur Porsi Makan yang Pas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makan bekal atau makan siang di kantor. shutterstock.com

    Ilustrasi makan bekal atau makan siang di kantor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang bingung saat menakar satu porsi makan yang tepat, entah untuk diri sendiri, pasangan, atau anak-anak. Porsi makan yang pas lebih banyak yang berdasarkan perasaan atau kebiasaan, misalnya suami biasa makan sepiring penuh dan anak lima sendok saja.

    Mulai hari ini, ada baiknya untuk tidak lagi menebak seperti itu karena walau tidak punya alat takar, kita bisa memanfaatkan tangan sendiri sebagai alat ukur praktis. Tentu saja itu ukuran untuk sekali makan.

    "Jumlah karbohidrat yang dibutuhkan satu kepalan tangan. Jumlah protein, satu telapak tangan tanpa jari. Untuk buah-buahan, cukup satu potong sedang, kira-kira sebesar lingkaran telunjuk bertemu dengan jempol. Untuk sayuran, minimal setengah gelas," jelas Sari Sunda Bulan, ahli gizi senior.

    Jumlah satu porsi tersebut dalam satu hari dikalikan tiga. "Jangan lupa ditambah dua kali makan ringan. Gunanya makanan ringan adalah untuk mempertahankan kadar gula darah yang seringkali turun di antara waktu makan besar. Ibaratnya, ini berguna untuk mengisi baterai tubuh agar tidak habis," katanya.

    ADVERTISEMENT

    Pilihan menu makanan ringan yang bisa dipilih antara lain kacang-kacangan atau buah-buahan, bukan karbohidrat. "Sepotong makanan protein lebih baik," ujar Sari.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Bolehkah Kita Mengkonsumsi Mie Instan?
    Jus Seledri untuk Tidur Anda yang Lebih Lelap
    Kemangi, Daun Ajaib untuk Membuat Kulit Cerah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.