Menggosok Gigi Hanya Efektif buat Seperempat Rongga Mulut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil sikat gigi. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil sikat gigi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rajin menyikat gigi ternyata tidak lantas membersihkan keseluruhan rongga mulut sehingga permasalahan seputar kesehatan gigi dan rongga mulut masih terjadi.

    Dokter Gigi Oktri Manessa dari Oktri Manessa Dental Care mengatakan, proses membersihkan gigi dengan menyikat belum menuntaskan kebersihan rongga mulut secara menyeluruh. Sebab, menyikat gigi hanya menjangkau 25 persen bagian dari rongga mulut.

    Dalam rongga mulut terdapat bagian lain, seperti gusi, lidah, bagian dalam pipi, langit-langit mulut, dan sebagainya. Sikat gigi juga masih sulit menjangkau seluruh area gigi, termasuk area yang rentan pembentukan plak seperti sela-sela dan perbatasan gigi.

    "Menyikat gigi saja berarti tidak membersihkan bagian mulut lain. Padahal bakteri juga bersarang di bagian mulut selain gigi," tulisnya dalam akun instagram @drg_oktrimanessa.

    Untuk dapat membersihkan seluruh bagian di rongga mulut, ia menyarankan untuk membiasakan berkumur. Selain itu, penggunaan benang gigi setelah menyikat gigi juga bermanfaat untuk menyempurnakan proses membersihkan rongga mulut. Selain bermanfaat untuk menjaga rongga mulut bersih tuntas, kebiasaan itu membuat gigi sehat dan napas menjadi segar sepanjang hari.

    "Menyikat gigi dengan durasi dua menit, dua kali sehari, diikuti dengan berkumur dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi akan membuat kesehatan rongga mulut bersih maksimal," jelasnya.

    BISNIS


    Artikel lain:

    Usir Selulit dengan Bahan Alami ini
    Bolehkah Kita Mengkonsumsi Mie Instan?
    8 Kebiasaan yang Berdampak Buruk pada Ginjal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.