Mengenali Gejala Kanker yang Paling Umum Menyerang Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sakit. Shutterstock

    Ilustrasi anak sakit. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Faktor risiko dan penyebab kanker pada anak belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun empat faktor ini, yaitu keturunan, zat kimia, virus, dan radiasi ditenggara memiliki peran penyebab kanker.

    Belum semua jenis kanker pada anak mempunyai metode untuk dideteksi dini. Selain itu, kanker pada anak juga tidak dapat dicegah. Apabila anak dicurigai terserang kanker, orang tua harus segera membawanya ke puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan lainnya. Tujuannya adalah untuk mengkonfirmasi apakah gejala yang dijumpai tersebut benar kanker atau bukan. Berikut enam jenis kanker yang sering menyerang anak-anak:

    1. Leukemia
    Merupakan penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang. Prevalensi leukemia adalah yang tertinggi yaitu 2,8 per 100.000 orang. Gejala leukemia antara lain pucat, lemah, rewel, nafsu makan menurun, demam tanpa sebab yang jelas, pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening, kejang sampai penurunan kesadaran, pendarahan kulit dan atau pendarahan spontan, nyeri tulang, seringkali ditandai dengan anak tidak mau berdiri dan berjalan serta lebih nyaman digendong, pembesaran buah zakar dengan konsistensi keras.

    2. Retinoblastoma
    Merupakan tumor ganas primer pada mata yang sering dijumpai pada anak usia di bawah 5 tahun. Prevalensi retinoblastoma adalah 2,4 per 100.000 anak. Gejala yang ditimbulkan berupa manik mata berwarna putih, mata kucing, juling, kemerahan, pembesaran bola mata, peradangan jaringan bola mata, dan penglihatan buram.

    3. Osteosarkoma
    Disebut juga kanker tulang. Angka kejadiannya sebesar 0,97 per 100.000 anak. Kanker ini ditandai dengan gejala nyeri tulang di malam hari atau setelah beraktivitas, pembengkakan, kemerahan dan hangat di area nyeri tulang, patah tulang setelah aktivitas rutin, gerakan tulang terbatas, nyeri menetap di punggung, demam, cepat lelah, penurunan berat badan, dan pucat.

    4. Neuroblastoma
    Merupakan tumor embrional dari sistem saraf simpatis yang berasal dari cikal bakal jaringan saraf. Angka kejadian neuroblastoma adalah 10,5 per 1 juta anak. Gejala yang ditimbulkan antara lain pendarahan di sekitar mata dan mata menonjol, nyeri tulang, perut terasa penuh dan diare, kelopak satu sisi mata menurun, kontraksi pupil, mata kering, pembengkakan di leher, nyeri, lumpuh, gangguan fungsi kandung kemih dan usus.

    5. Limfoma maligna
    Penyakit akibat keganasan primer jaringan getah bening yang bersifat padat. Prevalensi penyakit ini adalah 0,75 per 100.000 anak. Gejala yang harus diwaspadai antara lain pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, pangkal paha, dan tanpa rasa nyeri, sesak napas, tersumbatnya saluran pencernaan, demam, keringat malam, lemah, lesu, nafsu makan berkurang, penurunan berat badan.

    6. Karsinona nasofaring
    Disebut juga tumor ganas pada daerah antara hidung dan tenggorokan. Prevalensi kanker ini mencapai 0,43 per 100.000 anak. Gejala dini yang perlu diwaspadai adalah ingus bercampur darah, pilek dan air ludah kental, hidung tersumbat, mimisan, tuli sebelah, telinga berdengung, nyeri telinga, rasa penuh di telinga.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Stop Bermain Ponsel dalam Gelap
    Bolehkah Kita Mengkonsumsi Mie Instan?
    Lemari Anda Penuh? Singkirkan Baju-baju Berikut!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.