Jangan Kecil Hati, Ada Alasan Perusahaan Pilih Pelamar Lain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi antre wawancara kerja. shutterstock.com

    Ilustrasi antre wawancara kerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah pencarian dan usaha yang panjang, akhirnya kamu mendapat informasi tentang jadwal wawancara kerja di perusahaan impian. Selama wawancara berlangsung, kamu bisa menjawab pertanyaan dan menunjukkan kemampuan terbaik. Para pewawancara juga tampaknya terkesan denganmu, bahkan ada yang menyatakan dengan terang-terangan kalau dia bakal merekrutmu. Karena itu, kamu sangat yakin akan diterima.

    Namun beberapa hari kemudian, kamu malah mendapat kabar buruk. Ada orang lain yang kamu ketahui diterima bekerja di sana, padahal kapasitasnya mungkin saja jauh di bawahmu. Kamu pasti heran, kenapa bisa begitu, apa pertimbangan sehingga dia yang terpilih, apa kekuranganmu, dan beragam pertanyaan lainnya.

    Direktur HRD Flexjobs, Carol Cochran mengatakan ada beberapa pertimbangan perusahaan sebelum menerima karyawan baru, dan itu di luar kapasitas si pelamar. Ini bukan soal cakap tidaknya pelamar, tapi lebih kepada sesuatu yang menjadi ‘urusan dapur’ perusahaan.

    "Terkadang seseorang memiliki sesuatu yang ‘lebih’, yang tidak bisa diabaikan perusahaan dan mungkin tak logis buat pelamar,” kata Cochran. “Sebab itu, saya menyarankan para pelamar menunjukkan sisi paling jujur dari dirinya, menghormati proses, dan orang-orang yang berada di dalam proses itu."

    ADVERTISEMENT

    Berikut ini empat unsur yang membuat perusahaan memilih kandidat pekerja selain kamu:

    1. Budaya perusahaan
    Salah satu yang dipertimbangkan pewawancara adalah apakah kamu akan cocok dengan budaya perusahaan atau tidak. Ini penting karena jika tidak ada kecocokan, kamu mungkin akan merasa tidak nyaman pada pekerjaan untuk waktu yang lama.

    Pendiri Fit Small Business, David Waring mengatakan ketidakcocokan budaya adalah alasan yang cukup untuk tidak memperpanjang tawaran pekerjaan. “Jika ada dua kandidat yang sama-sama memenuhi syarat, maka uji dan teliti apakah mereka cocok atau tidak dengan budaya perusahaan,” kata Waring. Apakah calon karyawan ini bisa bergaul dengan saya dan karyawan saya? Seperti apa etos kerja keduanya?

    Bagi calon karyawan, untuk meningkatkan kecocokan dengan budaya perusahaan adalah dengan bertanya tentang budaya perusahaan itu sendiri. Kandidat harus menanyakan apa tantangan yang akan dihadapi, bagaimana mereka menangani situasi tertentu, dan lainnya. Ini yang akan membedakannya dengan pelamar lainnya.

    2. Penampilan
    Jangan menghakimi seseorang dari penampilan luarnya. Tapi untuk urusan wawancara kerja, menurut konsultan SDM The Stir Group, Justine Miller, pepatah itu tak berlaku. Dia menjelaskan, penampilan memainkan peran penting yang mencerminkan karakter pelamar.

    “Jika seorang manajer memiliki dua kandidat tapi hanya tersedia satu posisi yang lowong, maka proses eliminasi menjadi lebih unik dan kreatif,” kata Miller. Manajer personalia akan mempertimbangkan bagaimana jika pelamar itu mewakili perusahaan. Apabila kandidat bangga  dengan penapilan sesuai standar perusahaan, maka manajer personalia juga akan bangga mempekerjakannya.

    3. Kepribadian
    Jika ingin membuat tim perekrut karyawan terkesan, pastikan kamu tetap positif dan optimistis. Sikap negatif bisa menghilangkan kesempatan mendapatkan pekerjaan, kata koordinator SDM  di Totally Promotional, Brad Stultz. Ketika berlangsung seleksi akhir antara dua kandidat, maka kepribadian dan sikap calon karyawan menjadi dua faktor yang mendorong salah satu unggul dari yang lain. “Kedua faktor ini bisa menjadi bukti nyata atau tidaknya seorang karyawan akan mengintegrasikan dengan baik ke dalam budaya organisasi,” kata Stultz.

    4. Komunikasi
    Pelamar mungkin cocok dengan budaya perusahaan, berpenampilan menarik sesuai standar, memiliki kepribadian yang hebat, tapi jika kemampuan berkomunikasinya kurang, maka nantinya dia akan menjadi penghambat kinerja perusahaan. Pelatih Kepegawaian dan On-Boarding Jen Teague mengatakan komunikasi adalah kunci. “Jika  calon karyawan ingin unggul, maka dia harus siap untuk wawancara,” kata Teague.

    Para pelamar jangan mask ke ruang wawancara dengan kepala ‘kosong’. Cari tahu apa yang harus dikerjakan pada posisi yang dituju, jawablah dengan jitu berbagai pertanyaan populer saat wawancara, semisal ‘ceritakan tentang diri Anda', ‘seperti apa Anda dalam lima tahun ke depan?', sampai bagaimana cara menyampaikan terima kasih. Teague berpesan, pastikan kamu mengucapkan terima kasih di akhir wawancara karena tak banyak pelamar yang melakukan itu.

    CHEATSHEET | LUCIANA

    Berita lainnya:

    Pantangan Sebelum Lari

    4 Tanda Produk Perawatan Kulit Tidak Cocok

    Penampilan Elegan Eva Mendes dengan Gaun Maxi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.