Alasan Anak Menyukai Lagu Dewasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak belajar bernyanyi. shutterstock.com

    Ilustrasi anak belajar bernyanyi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukan hal yang aneh melihat anak sering menyanyikan lagu dewasa. Apresiasi yang kurang terhadap lagu anak membuat lagu anak tidak populer di kalangan anak-anak sendiri. 

    Hari Musik Nasional dimaknai artis Daniel Mananta sebagai wujud kemajuan perkembangan industri musik Indonesia. Namun demikian, mantan presenter VJ MTV Indonesia itu mengungkapkan masih minimnya apresiasi masyarakat terhadap musik karya musisi tanah air.

    "Kita sendiri enggak terlalu bersyukur dengan keberagaman musik Indonesia. Beda banget sama Korea, mereka nerima KPOP dan bangga sama musik KPOP-nya," ujar Daniel Mananta saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Selain musik di kalangan remaja, Daniel Mananta juga melihat kurangnya apresiasi para orang tua pada lagu anak-anak. Sehingga wajar jika anak Indonesia tak banyak mencintai lagu-lagu yang seusianya.

    "Menurut saya harusnya orang tua sendiri harus lebih mengapresiasi musik anak-anak. Jadi anak-anak enggak menyanyikan lagu-lagu yang bukan buat mereka, kayak dangdut dan pop," jelasnya.

    Karena dari orang tua anak-anak tahu kalau musik yang bagus buat  mereka, ya yang itu. Saya, sih berharap banget orang tua sekarang bisa lebih mengapresiasi musik anak-anak Indonesia," tambah Daniel Mananta.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Belajar Musik dan Menyanyi Yuk, Nak
    Merangsang Kepekaan Anak dengan Menyanyi dan Menari
    Tingkah Laku Menunjukkan Potensi Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.