Sabar dan Damai Merawat Orang Tua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita tersenyum pada orang tua atau lansia di panti jompo. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita tersenyum pada orang tua atau lansia di panti jompo. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Umumnya, karakter orang lanjut usia akan kembali seperti anak-anak. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tinggal bersama orang tua yang sudah berusia lanjut terasa damai.

    Konselor dan motivator pribadi, Ainy Fauziyah, menyatakan, berdasarkan pengalaman menangani masalah seperti ini, para orang tua yang sudah lanjut usia memang biasanya kembali seperti anak kecil. Mereka mengalami masalah post power syndrome dan menjadi lebih rewel. Apa pun yang dikerjakan para "perawatnya" dia anggap salah.

    Jadi, pada awalnya, pasti ada kekagetan. "Intinya merupakan ujian kesabaran dan kelapangan dada dalam merawat dan melayani orang tua," ujar Ainy.

    Namun, lama-kelamaan akan bisa dipahami. "Ini adalah siklus hidup yang berulang," kata dia. Saat kecil dulu, kata Ainy, orang tua yang merawat dan melayani kita dengan segala kerewelan. Kini, sebaliknya. "Yang utama, sebenarnya para orang tua tersebut hanya ingin masih dianggap penting, mampu, dan diperhatikan," ucapnya.

    ADVERTISEMENT

    Menurut Ainy, ada beberapa hal yang bisa dilakukan anak-anak yang tinggal bersama orang tua yang sudah lanjut usia. Ini bisa menjadi senjata agar rumah bisa damai. Berikut ini di antaranya.

    1. Jangan panik bila orang tua rewel atau sebaliknya, diam membisu, atau marah-marah. Hal tersebut merupakan siklus alami perubahan sikap kembali seperti anak kecil.

    2. Hadapi sikap "aneh" para orang tua dengan tenang, sabar, dan legawa. Sikap-sikap tersebut meminimalkan sikap negatif mereka.

    3. Anak juga sebaiknya menumbuhkan perasaan bahwa orang tuanya masih ingin dianggap penting, mampu melakukan apa saja, dan berguna. Sehingga orang tua akan nyaman.

    4. Biasakan memberi pujian terhadap apa pun yang dilakukan orang tua sekalipun itu hal kecil. Misalnya, "Wah, ibu sudah lebih baik pakai kainnya!" atau, "Ayah jagoan, deh, pipisnya sudah rapi, enggak berantakan." Kalimat pujian ini merupakan penghargaan atau pengakuan penting bagi mereka.

    5. Menjadi pendengar yang baik untuk segala cerita masa lalu atau berbagai keluhan orang tua. Dengan begitu, para orang tua akan merasa diperhatikan dan masih dianggap penting.

    6. Ada saatnya kita yang merawat atau melayani orang tua meminta waktu sebentar dengan baik-baik supaya mereka mau mendengarkan kita untuk mendapatkan solusi terbaik bila mereka menginginkan sesuatu.

    7. Ciptakan sebuah rutinitas berupa pertemuan atau kegiatan yang menjalin sebuah komunikasi intim. Misalnya, sepekan sekali ada acara memotong kuku, membersihkan wajah, mencuci rambut, menemani berjalan santai, atau duduk bersama dan membicarakan banyak hal.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya: 
    Kiat Memahami Orang Tua Lanjut Usia
    Survey: Hidup Lebih Bahagia Saat Lanjut Usia
    Alasan Menitipkan Orang Tua Lansia ke Panti Jompo


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.