Anda Suka Berbohong di Media Sosial, Ini Kata Psikolog  

Reporter

Ilustrasi slank di dunia maya/media sosial. Shuterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Anda pasti pernah berbohong di Instagram (secara lebih luas di media sosial). Tidak hanya dalam bentuk status yang ditulis, tapi juga foto dan video yang diunggah. Tindakan Anda itu disebut sebagai Insta-lie.

Menurut psikolog klinis dewasa, Anna Margaretha Dauhan, fenomena Insta-lie tidak lain karena adanya dorongan pada kebanyakan orang untuk dipersepsi positif dan diterima orang lain.

“Untuk beberapa orang, kebutuhan yang mendasar juga bisa saja kebutuhan untuk diakui atau dihargai orang lain,” kata Anna. “Dalam beberapa kasus, hal ini juga didasari perasaan I am not good enough sehingga perlu menampilkan hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya,” tuturnya.

Di balik kesibukan mengurusi akun orang lain yang terasa fake, Anna justru mengajak kita menjaga diri agar tidak ikut-ikutan menjadi pelaku Insta-lie. Tetap punya akun media sosial, tapi lebih real dan manusiawi. Kiatnya seperti diuraikan Anna berikut ini.

#Supaya tidak palsu, penting bagi seseorang untuk menemukan kebahagiaan atau kegembiraan yang real dan otentik. Misalnya, menciptakan hubungan yang nyata dengan teman dalam interaksi sehari-hari (bukan melalui media sosial) lebih memberikan kepuasan batin dibanding sekadar mengunggah foto sedang beramai-ramai dengan teman, tapi tanpa interaksi yang berarti.

#Menerima bahwa hidup kita tidak selalu sempurna dan tidak seindah yang kerap terlihat di media sosial.

#Menyadari bahwa foto-foto di media sosial juga merupakan rekaan dan belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya. Hal ini akan membantu kita menetralisir perasaan bahwa diri kita kurang oke karena tidak bisa mencapai atau memiliki hal-hal yang ditampilkan di media sosial.

Menelusuri apakah memang keinginan selalu menampilkan hal yang positif di media sosial, bahkan jika hal tersebut palsu atau tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya didorong perasaan I am not good enough.

Apabila hal ini terjadi, individu perlu belajar menerima dan mencintai diri sendiri, yang bisa dimulai dengan menerima kekurangan dan kelebihan diri. Dengan demikian, dorongan menampilkan pencitraan yang positif, tapi palsu, di media sosial diharapkan bisa berkurang.

TABLOIDBINTANG

Berita lainnya:
Stop Menyakiti Diri dengan 7 Kebiasaan Ini
Begini Cara McDonalds Merayakan Hari Sarapan Pagi Nasional
Kiat Merawat Alis Anastasia Soare






Elon Musk Menyebut Penangguhan Akun Twitter Donald Trump adalah Kesalahan Besar

13 jam lalu

Elon Musk Menyebut Penangguhan Akun Twitter Donald Trump adalah Kesalahan Besar

Elon Musk mengatakan Twitter memperbaiki kesalahan besar dalam menangguhkan akun Donald Trump. Trump tidak akan menggunakan Twitter lagi.


Pengadilan di Beijing Vonis Kris Wu 13 Tahun Penjara karena Memperdaya dan Memperkosa 3 Wanita

1 hari lalu

Pengadilan di Beijing Vonis Kris Wu 13 Tahun Penjara karena Memperdaya dan Memperkosa 3 Wanita

Salah satu korban Kris Wu, Du Meizhu yang melakukan Gerakan #MeToo mengungkapkan kelegaannya setelah mendengar vonis dijatuhkan.


Meta Pecat Puluhan Karyawan yang Membajak Akun Facebook dan Instagram Pengguna

2 hari lalu

Meta Pecat Puluhan Karyawan yang Membajak Akun Facebook dan Instagram Pengguna

Orang dalam yang dipecat Meta salah satunya justru yang bekerja pada bagian keamanan.


15 Ucapan Hari Guru Nasional 2022

2 hari lalu

15 Ucapan Hari Guru Nasional 2022

Sebagai bentuk untuk memeriahkan Hari Guru Nasional 2022, Anda dapat memberikan ucapan untuk guru Anda.


Faktor Psikologis Mengapa Orang Cenderung Mudah Marah dan Mudah Tersinggung

3 hari lalu

Faktor Psikologis Mengapa Orang Cenderung Mudah Marah dan Mudah Tersinggung

Faktor psikologis penyebab umum perasaan lekas marah dan mudah tersinggung antara lain ada trauma masa lalu, tekanan batin, kecemasan, dan autisme.


Duta Piala Dunia 2022 Ghanim Al Muftah, Memilih Jalan dengan Tangan Menolak Kursi Roda

3 hari lalu

Duta Piala Dunia 2022 Ghanim Al Muftah, Memilih Jalan dengan Tangan Menolak Kursi Roda

Ghanim Al Muftah mencuri perhatian saat pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar. Ia menolak gunakan kursi roda, memilih jalan dengan tangannya.


Facebook Perkenalkan Fitur Baru untuk Lindungi Privasi Remaja

3 hari lalu

Facebook Perkenalkan Fitur Baru untuk Lindungi Privasi Remaja

Facebook kini menambahkan lebih banyak filter ke fitur People You May Know.


Cristiano Ronaldo Cetak Rekor, Selebgram Pertama dengan 500 Juta Pengikut

3 hari lalu

Cristiano Ronaldo Cetak Rekor, Selebgram Pertama dengan 500 Juta Pengikut

Menjelang turnamen Piala Dunia 2022, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi kompak mengunggah foto bersama.


Pemilu Malaysia, Polisi Memperingatkan Soal Ketegangan Etnis di Media Sosial

4 hari lalu

Pemilu Malaysia, Polisi Memperingatkan Soal Ketegangan Etnis di Media Sosial

Peringatan polisi muncul ketika narasi berbasis ras mendominasi obrolan politik di media sosial selama dan setelah pemilu Malaysia.


Inilah 4 Keunggulan Mastodon Dibanding Twitter

5 hari lalu

Inilah 4 Keunggulan Mastodon Dibanding Twitter

Mastodon diklaim lebih baik daripada Twitter. Karena selain bebas iklan, Mastadon terdesentralisasi dan open source.