Tren Athleisure, Apa Itu?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gaya Athleisure. Motley.ie

    Ilustrasi gaya Athleisure. Motley.ie

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu istilah dalam dunia fashion yang kini sedang naik daun adalah “athleisure”. Menurut situs Merriam-Webster, athleisure mengacu pada pakaian kasual, seperti, celana yoga, sweat pants, dan hoodie. Jenis pakaian ini didesain agar dapat dipakai saat berolahraga sekaligus melakukan aktivitas lainnya.

    Jadi pada dasarnya, bergaya athleisure yaitu memakai sneaker dan legging serta pakaian olahraga pada umumnya, saat hangout, bekerja di kantor atau di mana saja. Tren bergaya athleisure ini dimulai oleh generasi milenial, yang mulai sadar akan pentingnya kesehatan, serta pergeseran budaya di tempat kerja.

    Mungkin saja setiap orang memakai pakaian kasual saat menjalani pertemuan bisnis. Produsen jeans Levi’s mulai mengakui popularitas athleisure dan beradaptasi dengan tingkat kenyamanan masyarakat. Tahun lalu Levi’s menambahkan unsur peragangan atau kelenturan pada jeans 501 klasik untuk pertama kalinya dalam 143 tahun.

    Menurut Nina Faulhaber, pendiri merek busana ADAY, keuntungan memakai pakaian bergaya athleisure tidak hanya sekedar memberikan nuansa olahraga. Tapi juga kenyamanan dan fleksibilitas akan menutupi pakaian sehari-hari.

    ADVERTISEMENT

    Tren gaya athleisure ini tidak dapat diprediksi sampai kapan akan tetap digemari. Tapi berdasarkan proyeksi penjualan pakaian olahraga secara global dari perusahaan jasa keuangan Morgan Stanley, penjualan akan terus meningkat sampai 2020 dengan proyeksi perputaran uang sebesar US$ 350 miliar atau sekitar Rp 4.686 triliun setiap tahun.

    Merek-merek besar seperti Adidas, Nike, Puma dan sejenisnya banyak menjual pakaian olahraga. Tapi kini cukup banyak juga pilihan pakaian athleisure yang dijual merek-merek baru yang kurang terkenal.

    Bergaya dengan tampilan athleisure tentu saja sangat nyaman dan membuatmu terlihat keren. Berikut ini beberapa tip jika kamu ingin bergaya athleisure dan memastikan penampilan terlihat fashionable.

    1. Pilih warna netral
    Legging bermotif dapat digunakan saat nge-gym. Tapi di luar lingkungan olahraga, legging bermotif akan terlihat terlalu agresif. Untuk aktivitas sehari-hari, pilih palet warna netral dan monokromatik untuk menjaga keseluruhan tampilan tetap seimbang.

    2. Pilih bahan yang lentur
    Hindari bahan spandek, tapi coba mix and match kain longgar klasik dengan kulit imitasi atau bahan mesh untuk meningkatkan gaya kamu saat ke pusat kebugaran.

    3. Pastikan pakaian bersih
    Ini adalah salah satu hal penting jika ingin memakai pakaian yang terinspirasi dari pakaian olahraga untuk hangout: memastikan pakaian dalam keadaan bersih. Kondisi pakaianmu sangat penting bahkan jika kamu sedang bergaya sporty.

    4. Tak perlu memakai pakaian olahraga lengkap
    Seperti tren lainnya, kamu dapat menggunakan pakaian athleisure sejauh yang kamu inginkan. Jika tak nyaman memakai legging, gunakan unsur sporty yang lebih halus sebagai gantinya. Misalnya jaket varsity dengan celana jeans, atau sneakers dengan dress atau rok.

    5. Sentuhan sporty pada gaya harian
    Jika sebagian besar pakaianmu berwarna hitam dan lembut, kemudian tiba-tiba kamu memakai spandek berwarna terang, pasti kamu akan merasa ‘salah kostum’. Berpenampilan athleisure bukan berarti mengubah gaya busanamu sehari-hari. Padu padankan agar kamu terlihat lebih energetik tanpa meninggalkan ciri khasmu.

    6. Hati-hati dengan bagian bokong
    Kini cukup banyak legging transparan yang dijual di pasaran. Ketika mencobanya, jangan lupa memperhatikan bagian belakang tubuh, khususnya area bokong. Jangan sampai celana dalammu membentuk atau tercetak di sana.

    PUREWOW | NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    8 Etika Saat Memenuhi Undangan
    Tren Masker Arang, Aman atau Tidak?
    Ladies, Hati-hati pada Pria Narsis dan Sosiopat, Ini 7 Cirinya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.