Pentingnya Konsumsi Buah dan Sayur Berdasarkan Kelompok Umur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock

    Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -  Agar pertumbuhan anak optimal, biasakan anak mengkonsumsi buah dan sayur. Buah dan sayur mengandung vitamin dan mineral yang tidak diproduksi oleh tubuh, oleh sebab itu penting bagi kita mengkonsumsi buah dan sayur dalam jumlah cukup sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditentukan berdasarkan kelompok umur.  

    Namun sayangnya, masih banyak anak yang tidak mendapatkan porsi harian sesuai dengan kebutuhan yang direkomendasikan. 97,7% dari anak dibawah usia 5 tahun di Indonesia tidak mengkonsumsi cukup buah dan sayuran.

    Sebagai upaya untuk mengajak masyarakat mulai membiasakan diri mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bersama 20 Kementerian dan lembaga terkait pada November 2016 lalu telah mencanangkan program nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

    Program ini berfokus pada tiga aktivitas utama, dimana salah satu fokus utama program nasional GERMAS ini adalah mengkonsumsi buah dan sayur.

    ADVERTISEMENT

    Konsultan Gastrohepatologi Anak Frieda Handayani Kawanto mengatakan, “Sangat penting mengkomsumsi buah dan sayur agar kesehatan saluran cerna optimal, baik bagi anak maupun orang dewasa. Buah dan sayur mengandung vitamin dan mineral yang tidak diproduksi oleh tubuh, oleh sebab itu penting bagi kita mengkonsumsi buah dan sayur dalam jumlah cukup sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditentukan berdasarkan kelompok umur."  

    Dalam buah dan sayur terdapat serat yang merupakan nutrisi penting, namun seringkali dalam keseharian tidak dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Untuk itu orang tua sebaiknya memiliki pengetahuan yang cukup tentang manfaat serat sehingga dapat jeli dalam memilih dan memberikan makanan yang berserat tinggi kepada anak.

    Serat membuat anak merasa kenyang dan membuat saluran cerna bergerak aktif. Diet tinggi serat mencegah anak mengalami sembelit (konstipasi). Serat juga mengandung vitamin dan mineral yang dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular (non-communicable disease) seperti penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan obesitas.”

    Psikolog Anna Surti Ariani mengatakan, sesungguhnya, feeding style atau cara pemberian makan yang tepat dapat memberikan begitu banyak manfaat buat anak. "Manfaat yang didapat di antaranya adalah mengurangi resiko obesitas, menstimulasi kemampuan berkonsentrasi, meningkatkan ketekunan, bahkan sarana belajar berbagai keterampilan sosial. Berbagai manfaat ini berkembang kurang optimal apabila anak kurang asupan buah dan sayur.

    Lebih lanjut Anna Surti Ariani, menambahkan, penting bagi orang tua memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan cara pemberian makan yang tepat bagi anak, agar makan buah dan sayur menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi anak.”

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Kiat Meningkatkan Kekebalan Tubuh Balita
    Studi: Instagram Ternyata Bermanfaat bagi Kesehatan
    Risiko Mengancam Anak dengan Membawa Nama Pasangan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...