Putri Raja Arab Banyak Utang di Paris, Belanjaannya Dilelang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Maha al-Sudairi berpose di Paris hotel. vanityfair.com

    Putri Maha al-Sudairi berpose di Paris hotel. vanityfair.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Putri Maha binti Mohammed bin Ahmad al-Sudairi pernah mencoba melarikan diri setelah menghabiskan tagihan sebanyak US$ 7 juta dari Hotel Shangri-La Paris pada 31 Mei 2012. Putri Maha diketahui menginap di hotel tersebut selama lima bulan dan menyewa 41 kamar bersama 60 orang. Putri Maha adalah istri ketiga dari Nayef bin Abdulaziz al-Saud atau ipar tiri Raja Salman.

    Putri Maha mungkin berpikir dia bisa pergi begitu saja. Sebba, menurut laporan sejumlah media di sana, Putri Maha pernah kabur setelah menghabiskan US$ 20 juta setelah berbelanja di Avenue Montaigne, Place Vendôme, dan sejumlah tempat bergengsi di Paris, tiga tahun sebelumnya. Ketika tagihan atas belanjaannya datang, Putri Maha tidak menggunakan metode pembayaran seperti biasa, melainkan mengeluarkan sebuah surat utang.

    Artikel terkait:
    Putri Raja Arab, Ada yang Seperti Kehilangan Jiwa
    Putri Raja Arab: Gila Belanja, Modis, dan Hampir Dipenjara
    Putri Raja Arab Sewa 41 Kamar Hotel di Paris Selama 5 Bulan

    "Dia adalah pelanggan yang sangat baik selama delapan tahun, tapi kemudian berhenti membayar," kata pemilik toko lingerie O Caprices de Lili kepada wartawan pada Juni 2009. Saat itu, Putri Maha tercatat berbelanja lingerie senilai hampir US$ 100 ribu. Pemilik toko Leisurewear, Key Largo mengklaim ia telah ditipu hampir US$ 125 ribu.  

    Pada akhir 2009, Putri Maha menginap di Hotel George V, Paris. Satu dari sekitar 30 vendor yang produknya belum dibayar oleh Putri Maha sampai menginap di lobi hotel tersebut sambil menagih dan berharap pelunasannya. Tapi lagi-lagi Putri Maha pergi begitu saja dari Hotel George V. Kepergiannya berlangsung tanpa hambatan karena pemilik hotel itu adalah sepupunya sendiri, Pangeran Alwaleed bin Talal.

    Menurut beberapa laporan, utang Putri Maha akhirnya diselesaikan oleh pejabat dari Kerajaan Arab Saudi. Tapi, kakak iparnya saat itu Raja Abdullah yang meninggal pada 23 Januari 2015, mengatakan tidak senang dengan perilaku Putri Maha. Setelah dia kembali ke Arab Saudi, otoritas kerajaan membatasi pergerakan Putri Maha.

    Putri Maha dan Nayef menjalani biduk rumah tangga selama 30 tahun dengan dikaruniai lima anak. Pada awal 2012, Nayef dan Maha bercerai. Nayef meninggal pada 16 Juni 2012 dalam usia 78 akibat diabetes. Desember 2011, Maha menantang dekrit kerajaan dan "melarikan diri" ke Paris. Menurut The Telegraph, kaburnya Putri Maha dari Shangri-La pada 2012 berkaitan dengan kondisi kejiwaannya yang terguncang akibat kematian mantan suaminya.

    Baca juga:
    Raja Salman dan Wanita di Sekitarnya
    Raja Salman dan Penjara Bangsawan Nakal

    Kali ini Raja Abdullah tak melakukan apapun untuk membantu Putri Maha. Di lain pihak para vendor selalu menagih. Maret 2013, seorang hakim di Nanterre, Paris Barat, memerintahkan penyitaan isi dari dua unit penyimpanan yang dibeli Maha pada 2012. Semua barang di dalam penyimpanan itu dilelang dan uangnya dipakai untuk membayar utang kepada para vendor.

    Penyimpanan tersebut dilaporkan berisi pakaian, topi, tas, perhiasan, karya seni, pakaian renang, kacamata desainer, karton rokok, tempat sajian makanan berlapis emas, sekitar seribu pasang sepatu wanita, dan beberapa foto berbingkai sang putri yang berpose dengan tiara dan karnaval topeng. Saat itu, tagihan yang belum dibayar mencapai US$ 400 ribu, sementara tagihan dari Hotel Shangri-La dibayar dalam waktu dua hari.

    VANITY FAIR | NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    Berapa Banyak Kadar Urine di Kolam Renang?


    Konsumsi Telur Berlebih Bisa Memicu Batu Ginjal
    Fungsi Odol Selain untuk Kebersihan Gigi dan Mulut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.