Tren Masker Arang, Aman atau Tidak?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makser arang. Organika.com

    Ilustrasi makser arang. Organika.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masker arang atau charcoal mask sedang naik daun di dunia kecantikan. Tren ini dipopulerkan oleh para beauty blogger dan selebriti. Manfaat dari masker arang yang super lengket ini, menurut sejumlah sumber di dunia maya, mampu mengangkat minyak berlebih pada wajah sekaligus kotoran dan sel-sel kulit mati.

    Walhasil, kulit tampak kesat dan bersih setelah memakai masker arang. Meski begitu, mungkin ada beberapa bagian wajah yang tampak kemerahan karena tertarik saat melepas masker lengket ini.

    Artikel terkait:
    Resep Smoothie untuk Masker Wajah
    5 Resep Masker Alami untuk Rambut Indah
    Kiat Memakai Masker Wajah yang Tepat untuk Kecantikan

    Para ahli kecantikan punya penjelasan tentang penggunaan masker arang ini. Menurut ahli facial, Andy Millward, penggunaan masker arang dapat merusak kulit wajah. Sebab, sifat masker yang lengket akan merobek permukaan terluar kulit wajah.

    “Siapa pun yang tergoda untuk mencoba masker arang, jangan lakukan!” kata Millward. “Masker itu merobek permukaan kulit serta rambut halus wajah. Karena itu, penggunanya akan merasa kulitnya lebih lembut.”

    Millward menjelaskan, kulit sangat membutuhkan minyak yang terangkat oleh masker arang. “Penggunaan masker jenis ini secara berkelanjutan akan menghilangkan minyak alami dan membuat wajah iritasi. Efek jangka panjangnya juga buruk,” ujarnya.

    Dokter kulit Yannis Alexandries mengamini penjelasan Millward. Alexandries mengatakan masker arang akan merobek paksa kulit muka dan menghilangkan minyak alami serta sel-sel pelindung yang menjaga kulit tetap sehat.

    “Minyak dan sel-sel itu membantu wajah terhindar dari bakteri,” kata Alexandries. “Pemakaian masker arang secara terus-menerus menyebabkan kulit lebih mudah terpapar polusi serta membuat kulit kering.”

    Berbagai video di Internet menunjukkan cara membuat masker arang dengan mencampurkan lem. Spesialis kulit Christine Choi Kim melarang itu karena kombinasi arang dan lem justru membuat pori-pori wajah tersumbat sehingga berisiko muncul jerawat. “Terutama untuk kulit sensitif, masker arang dan lem dapat merobek permukaan terluar kulit dan mengangkat jaringan pelindung, sehingga kulit beresiko gatal dan kering,” ujarnya.

    DAILY MAIL | ZARA AMELIA

    Berita lainnya:

    Hari Perempuan Internasional, Apa Pesan Melania Trump?
    Ingin Kurangi Berat Badan? Jangan Makan Bareng Teman
    Alasan Karyawan Keluar Kerja meski Masih Cinta Pekerjaannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.