Perhatikan Komposisi dan Waktu Sarapan Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sarapan. shutterstock.com

    Ilustrasi anak sarapan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sarapan bukan sekadar mengisi perut hingga kenyang. Menu sarapan sehat harus memenuhi kandungan gizi yang tepat. Untuk itu, ada baiknya kita memperhatikan komposisi dan waktu sarapan yang benar.

    “Komposisi sarapan yang tepat harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral, serta air yang dapat memenuhi seperempat kebutuhan gizi harian,” kata Hardinsyah, Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, dalam siaran persnya, Rabu, 8 Maret 2017.

    Artikel terkait:
    Ayo Sarapan
    9 Sarapan Terbaik untuk Mengawali Hari Anda!  
    Kelewatan Sarapan, Coba Resep Cepat Nan Lezat Berikut

    Selain itu, lanjut dia, waktu yang tepat untuk sarapan adalah di pagi hari atau sebelum jam 09.00, di mana kondisi gizi tubuh mulai menurun setelah berpuasa 10-12 jam.

    ADVERTISEMENT

    Bicara soal kandungan sarapan sehat, Ulul Albab, selaku Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan sarapan yang dikonsumsi harus mulai diperhitungkan kandungan gizinya agar manfaat sarapan bisa maksimal dan mampu menunjang aktivitas seharian.

    “Sarapan yang baik itu harus mengandung zat cair dan zat padat. Kombinasi tersebut dapat menunjang metabolisme yang diperlukan tubuh. Intinya sarapan sehat harus dengan komposisi yang benar, tidak hanya banyak tapi juga mengandung zat gizi yang tepat,” ujarnya. Sarapan sehat dapat menjadi kebiasaan baik setiap keluarga dan menjadi gaya hidup setiap pagi.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Desainer Musa: Modifikasi Kebaya Kebablasan
    Seks Pranikah, Dampaknya bagi Anda dan Pasangan
    Alasan Karyawan Keluar Kerja meski Masih Cinta Pekerjaannya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?