Manfaat Gerakan Salat bagi Kesehatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan warga Jakarta menunaikan ibadah shalat gerhana matahari atau sholat Kusufi Syamsi di Masjid Istiqlal, Jakarta, 9 Maret 2016. Salat sunnah muakad tersebut dilakukan dua rakaat dengan dua rukuk setiap rakaatnya. TEMPO/Subekti

    Ribuan warga Jakarta menunaikan ibadah shalat gerhana matahari atau sholat Kusufi Syamsi di Masjid Istiqlal, Jakarta, 9 Maret 2016. Salat sunnah muakad tersebut dilakukan dua rakaat dengan dua rukuk setiap rakaatnya. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima kali sehari, sekitar 1,6 miliar muslim di seluruh dunia, rukuk, dan bersujud dengan menempatkan dahi ke tanah, ke arah kota suci Mekah, Arab Saudi. Sebagai bagian dari salah satu dari ritual wajib, salat nyatanya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh dan peneliti membuktikan hal itu. 

    Penelitian dari Binghamton University, State University of New York, menyatakan gerakan fisik yang kompleks dalam salat dapat mengurangi nyeri punggung bagian bawah, tentu jika salat dilakukan secara teratur dan benar.

    "Gerakan salat mirip dengan yoga atau latihan intervensi terapi fisik yang digunakan untuk mengobati nyeri punggung," kata profesor dan Ketua Ilmu Sistem dan Teknik Industri Binghamton University, State University of New York, Mohammad Khasawneh. 

    Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Industrial and Systems Engineering itu disebutkan, gerakan serupa salat juga ditemukan dalam ritual doa umat Kristiani dan Yahudi. 

    ADVERTISEMENT

    "Kesehatan fisik dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi, gaya hidup, dan agama. Selain itu, penelitian menunjukkan ada hubungan yang kuat antara ibadah dan kewaspadaan mempertahankan gaya hidup sehat secara fisik," kata Khasawneh. 

    "Doa dan ibadah dapat menghilangkan stres fisik dan kecemasan. Sedangkan ada juga penelitian yang menunjukkan ritual doa dapat dianggap sebagai pengobatan klinis efektif disfungsi neuromusculoskeletal," katanya. 

    Untuk sampai pada temuan itu, peneliti menganalisis gerakan digital yang dihasilkan komputer dari para partisipan, yakni pria-pria dan wanita sehat asal India, Asia, dan Amerika, serta mereka yang menderita nyeri punggung bawah.

    Temuan menunjukkan, membungkuk adalah gerakan yang paling menyebabkan tekanan pada punggung bawah. Namun untuk individu yang mengalami nyeri punggung bawah, gerakan yang melibatkan lutut dan bagian punggung itu justru dapat mengurangi rasa sakit. Kondisi ini berdasarkan bentuk tubuh masing-masing individu.

    "Gerakan ini dapat (dengan aman) dianggap sebagai pengobatan klinis untuk nyeri punggung bawah, karena membutuhkan gerakan yang berbeda secara teratur," kata Khasawneh. 

    Bagi mereka yang mengalami nyeri punggung, menjaga postur gerakan dalam salat mungkin merupakan hal sulit. Namun, dalam Islam, jika individu tidak dapat berdiri, mereka diizinkan salat dalam kondisi duduk atau berbaring. 

    Lalu, jika mereka mampu berdiri, mereka harus menjaga postur yang benar sebanyak yang mereka bisa. "Posisi yang melibatkan lutut atau sujud, mampu meningkatkan elastisitas sendi, sehingga direkomendasikan menghabiskan lebih banyak waktu pada posisi itu," tutur Khasawneh.

    Menurut tim peneliti, melakukan gerakan yang salah dalam sholat justru dapat meningkatkan rasa sakit. Tim juga menyarankan perlunya studi lebih lanjut yang melibatkan individu yang mengalami keterbatasan fisik. Demikian seperti dilansir Eurekalert.org.

    BISNIS.COM

    Baca juga:
    Amankah Bersepeda untuk Organ Kewanitaan?
    6 Penyebab Wanita Sulit Hamil
    Kiat Tetap Segar dan Sehat Saat Datang Bulan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.