Alasan Karyawan Keluar Kerja meski Masih Cinta Pekerjaannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita keluar kerja atau resign. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita keluar kerja atau resign. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehilangan karyawan teladan merupakan hal buruk bagi perusahaan. Untuk menggantinya, perlu berbagai tahap, seperti pencarian karyawan baru dan pelatihan. Belum lagi, karyawan pengganti belum tentu sebaik karyawan sebelumnya. Untuk menghindari terjadinya itu, simak hal berikut ini yang dapat “mengusir” karyawan dari pekerjaannya.

    1. Stagnasi 
    Tidak ada karyawan mana pun yang akan bertahan pada pekerjaan yang mengharuskannya melakukan hal yang sama selama 20-40 tahun ke depan. Semua orang mau berkembang dan maju dalam kehidupan profesionalnya. Ketika tahu tidak ada kesempatan untuk maju, mereka tahu harus mencarinya di tempat lain. Dalam keadaan yang stagnan tersebut, mereka juga cenderung merasa bosan dan tidak bahagia, sehingga performa kerjanya akan terancam memburuk.

    Baca juga:
    Hindari 5 Kata ini demi Kemajuan Karier Anda

    2. Bekerja Terlalu Berat
    Stres berkepanjangan dan perasaan terbebani karena pekerjaan akan membuat karyawan memilih keluar. Kadang justru hal ini terjadi pada karyawan paling teladan dan berkomitmen, yang biasanya paling dipercaya atasan. Karena kinerjanya yang baik, mereka cenderung dibebani dengan pekerjaan yang lebih banyak dan berat. Apabila terus-menerus dibebani pekerjaan tanpa penghargaan, seperti kenaikan gaji atau jabatan, mereka akan merasa dipergunakan seenaknya. 

    3. Masa Depan Suram
    Tidak ada yang ingin bekerja di suatu perusahaan yang memiliki visi dan misi yang besar tapi nyatanya tidak berkembang. Itu hanya bualan serta membuat karyawannya merasa tidak mau menghabiskan ilmu dan bakatnya untuk mendukung sesuatu yang belum jelas masa depannya. 

    Baca juga:
    8 Sikap yang Harus Dihilangkan saat Anda Menjadi Bos

    4. Kurang Penghargaan
    Bahkan orang paling tidak peduli pun akan menginginkan suatu penghargaan terhadap pekerjaan mereka. Pamrih adalah sifat alami setiap manusia. Ketika perusahaan gagal menghargai pekerjanya, mereka akan merasa motivasinya dibunuh. Penghargaan tidak selalu berbentuk gaji atau bonus, tapi bisa juga ucapan sederhana sebagai bentuk terima kasih atas usaha mereka. Itu akan membangkitkan semangatnya untuk bekerja lebih baik. 

    5. Kurang Kepercayaan
    Karyawan memiliki kemampuan menilai sebuah perusahaan dari rasa percaya mereka kepada atasannya. Apabila mengetahui ada kecurangan perusahaan terhadap klien atau berperilaku buruk terhadap vendor-nya, mereka, bahkan karyawan paling teladan sekali pun, akan meninggalkan perusahaan tersebut. 

    Baca juga:
    Mengenali Ciri-ciri Orang yang Suka Menunda Pekerjaan

    6. Kesenjangan Tinggi Antara Atasan dan Bawahan
    Setiap perusahaan memang membutuhkan pemimpin. Namun adanya sikap mengontrol terus-menerus kepada bawahannya akan membuat mereka kabur. Ketika diminta terus bekerja tanpa diberi kepercayaan untuk menyumbang ide dan membuat keputusan, mereka akan merasa tidak bahagia.

    INC | ZARA AMELIA






     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.