Hindari 10 Hal Ini Agar Hidup Anda Selalu Bahagia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Phil Noble

    REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin pernah merasa heran atau takjub pada seseorang yang selalu terlihat riang dan gembira meski tengah mengalami cobaan hidup yang berat. Percaya atau tidak, faktanya beberapa orang memang terlahir secara alamiah untuk bahagia.

    Itulah hasil penelitian dari Michael Minkov dan Michael Harris Bond dalam “Journal of Happiness Studies”, bahwa kebahagiaan itu terdapat dalam gen seseorang.

    Tapi, Anda tidak perlu pusing soal fakta itu meskipun gen Anda tidak atau kurang memiliki ‘komponen bahagia’, karena bahagia itu pilihan.

    Setidaknya, bila ingin merasakan kebahagiaan, ada hal yang Anda harus hindari supaya sering merasa bahagia:

    ADVERTISEMENT

    1. Terjebak masa lalu
    Mengingat masa lalu kadang membuat Anda terbawa suasana melankolis dan moody. Masa lalu tidak dapat diubah. Lebih baik Anda fokus pada masa sekarang dan masa depan. Alihkan dengan berpikir tentang apa yang Anda bisa lakukan daripada apa yang Anda tidak bisa lakukan.

    2. Gampang puas
    Fokus akan keberadaan saat ini sangat penting. Tapi jangan lupa pikirkan apa yang ingin Anda capai di masa depan. Coba cari tahu cara merealisasikan masa depan yang Anda impikan dan mulailah sedikit demi sedikit. Anda bisa melakukannya dengan cara (misalnya) cari pekerjaan baru, coba hobi baru, atau mengembangkan skills yang sudah Anda punya.

    3. Terlalu sering main media sosial
    Penelitian University of Pittsburgh School of Medicine menyatakan kalau media sosial berhubungan dengan depresi. Pasalnya orang sering posting hal terbaik tentang dirinya sendiri yang bikin orang lain iri dan merasa hidupnya tidak lebih baik. Ingat setiap orang punya ‘langkah’nya sendiri. Jalani saja hidup Anda sendiri sebaik-baiknya.

    4. FOMO
    Media sosial bisa bikin FOMO (fear of missing out) alias selalu takut ketinggalan berita. Padahal tidak semua berita itu punya manfaat penting buat Anda (apalagi curhatan kerabat yang suaminya membelikan hadiah mewah untuk dirinya).

    5. Melupakan hal kebahagiaan sederhana
    Udara segar, kucing peliharaan yang manja dan menggemaskan, sukses bangun pagi lalu berolahraga. Itu adalah kebahagiaan kecil yang Anda patut syukuri. Selama 24 jam dalam sehari, pasti Anda mengalami hal-hal yang menyenangkan. Coba hargai sekecil apapun itu.

    6. Tidak berolahraga
    Sudah banyak penelitian yang bilang kalau olahraga bikin bahagia. Saat berolahraga otak melepaskan endorfin dan monoamines. Dua zat ini menurunkan kadar stress dan menghilangkan berbagai gangguan mental seperti ansietas.

    7. Membiarkan hal buruk mempengaruhi
    Kurangi rasa gusar terhadap hal-hal remeh yang tidak sesuai harapan Anda dan jangan buat itu sumber bad mood Anda seharian. Keluhkan sebentar lalu segera lupakan atau lupakan keinginan untuk mengeluh. Anda bisa memilih untuk terus gusar atau tidak.

    8. Dendam
    Dendam berhubungan dengan marah, perasaan sakit dan negatif terhadap seseorang. Ketika Anda marah pada seseorang, terus-terusan menaruh dendam justru bikin Anda makin stress. Maka coba maafkan meski Anda tidak harus melupakan. Coba berempati atau memahami sudut pandang orang lain.

    9. Mengabaikan hubungan
    Sekali-kali ajak teman-teman ketemu langsung dengan Anda. Jaga pertemanan dengan misalnya sekadar memberi komentar di media sosial juga baik. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa hubungan baik membuat seseorang merasa bahagia dan terhindar dari sakit.

    10. Tidak melakukan apa yang Anda sukai
    Mencari passion? Jangan kebanyakan kerja. Cari me time untuk melakukan apa yang Anda suka meskipun yang Anda suka itu konyol atau sulit.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    7 Tanda Seorang Penggila Belanja
    5 Manfaat Hormon Oksitosin buat Kesehatan dan Penampilan
    Tip Agar Wanita Tetap Cantik dan Bugar Setelah Menikah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.