Cara Memberantas Nyamuk Penyebab Demam Berdarah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Stop Demam Berdarah. Doc KOMUNIKA ONLINE

    Ilustrasi - Stop Demam Berdarah. Doc KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Jakarta - Demam berdarah identik dengan musim hujan. Agar terhindar dari wabah ini, sarang nyamuk di dalam rumah harus segera dibasmi.

    Anda bisa melakukannya dengan cara memastikan tidak adanya genangan air yang bisa dijangkau oleh nyamuk. Bak berisi air harus ditutup. Wadah lainnya seperti ember harus dibalik agar tidak jadi tempat pengembangbiakan nyamuk.

    Kenapa ember kosong harus dibalik padahal tidak berisi air? "Karena dalam keadaan terbuka, pasti ada sisa air sedikit di dasar ember yang bisa jadi sarang nyamuk," ujar Duta Demam Berdarah Nasional Tika Bisono di Jakarta.

    Apalagi jika sisa air tersebut merupakan air bersih yang lebih digemari nyamuk penyebab demam berdarah Aedes Aegypti. Maka, Tika mengharapkan kebiasaan membalikkan ember atau wadah bervolume lain ini jadi kebiasaan di setiap rumah.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, biasakan juga untuk selalu membersihkan rumah, terutama dari tumpukan barang, karena hal ini berpotensi jadi sarang nyamuk. Salah satu cara mengetahui kebersihan rumah adalah dengan melihat kondisi gudang di dalam rumah. Sebab, gudang rentan dihuni tumpukan barang.

    "Biasanya gudang itu sama dengan bau dan debu. Padahal, gudang itu harusnya bisa disapu dan dipel rutin," tuturnya. Tempat sampah di dalam rumah juga harus rutin dibersihkan dan dirawat. "Tempat sampah harus dibersihkan berkala, jangan sampai ada kesan jijik apalagi sampai berubah warnanya."

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Festival Good France 2017 Ingin Pecahkan Rekor Dunia


    Kenapa Wanita Rela Berdandan Lama demi Tampil Cantik?

    Wow, Arsitektur KidZania Surabaya Berciri Khas Kota Pahlawan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.