Penjelasan Dokter Mengenai Bahaya Konsumsi Gula Berlebih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi takaran gula penderita diabetes. shutterstock.com

    Ilustrasi takaran gula penderita diabetes. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Terlalu banyak konsumsi gula oleh tubuh lebih berbahaya dibandingkan kolesterol. Begitu kata Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG) Budi Wiweko. "Lebih berbahaya gula dibandingkan kolestrol," ujar Budi, yang juga Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

    Budi mengatakan konsumsi gula berlebih bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti diabetes, gagal ginjal, hingga obesitas. Dia menjelaskan kandungan gula berlebih gampang ditemui pada produk makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi sehari-hari. "Salah satu yang memicu terjadinya obesitas adalah pola konsumsi makanan dan minuman manis. Pola hidrasi yang tidak baik terkait konsumsi gula dalam minuman berkaitan erat dengan obesitas," katanya.

    Budi mengambil contoh obesitas atau kelebihan berat badan yang menjadi endemik di Amerika Serikat karena tren produk makanan siap saji dan minuman ringan berkarbonasi. "Di Amerika Serikat obesitas menadi endemik. Warga Amerika usia 50 sampai 60 tahun ke atas itu banyak yang mengalami obesitas. Itu kegagalan produk masa lalu AS yang dibombardir produk makanan cepat saji dan minuman ringan yang amat terkenal," kata Budi.

    Selain itu dia juga menyebutkan negara-negara lain yang mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi gula dan garam pada produk makanan. "Di Meksiko pajak sangat mahal diterapkan pada produk minuman ringan," jelasnya.

    Dia menjelaskan kebutuhan air putih orang dewasa ialah dua liter per hari atau delapan gelas. Perlu diingat, aturan konsumsi delapan gelas air hanya untuk air putih, bukan teh, kopi, atau cairan lain.

    BISNIS


    Artikel lain:
    Penyebab Tubuh Terserang Penyakit
    Makan Nasi Merah Setara 30 Menit Jalan Kaki
    Mengenali Perempuan yang Berisiko Terkena Kanker Payudara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.