Mengenal Teknik Menanam Rambut Wayne Rooney  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria dan rambut. Shutterstock

    Ilustrasi pria dan rambut. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Wayne Rooney dikenal sebagai pemain sepakbola dengan rambut tipis di kepala, bahkan bisa dibilang hampir botak. Tapi itu dulu. Pada 2011, Wayne Rooney melakukan transplantasi rambut untuk pertama kalinya, dan mengulanginya pada 2013. Mengetahui keberhasilan Wayne Rooney dalam mengatasi kebotakan, seorang pengusaha perumahan asal Bandung, Indra Handaya Sakti ingin mengikuti jejaknya.

    “Saya riset dan ketemu Wayne Rooney itu pakai teknologi Direct Hair Implantation (DHI),” kata Indra kepada Tempo, Kamis 2 Maret 2017. Lelaki 47 tahun itu kemudian mencari apakah di Indonesia sudah ada klinik yang menerapkan metode dan teknologi DHI. “Ternyata ada di dokter Farmanina.”

    Pada Maret 2016, Indra mendatangi Farmanina Hair and Beauty Clinic di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Ketika itu, dia menjajal metode menanam rambut untuk bagian depan kepala. “Rambut saya habis di bagian pinggir depan,” ujarnya. Ada 2.500 helai rambut yang ditanam sehingga garis rambutnya maju 2 sentimeter.

    Menurut Indra, metode implan rambut yang dijalani sukses karena tidak ada kerontokan hebat setelahnya, dan rambut yang ditanam bisa tumbuh alami. Kondisi ini berbeda saat dia bolak-balik konsultasi ke dokter untuk mengatasi kebotakannya. “Selama ini saya pakai metode standar, mencoba tonik macam-macam, disemprot obat, serum dan sebagainya,” ujarnya. “Pernah tumbuh sedikit, tapi rontok lagi.”

    Lantaran puas dengan metode implan, Indra kembali menanam rambut agar garis rambutnya semakin maju. Kunjungan kedua terjadi pada Februari lalu. Saat itu, dokter menanamkan 2.500 helai rambut sehingga garis rambut Indra maju 2,5 sentimeter. “Rambut saya lebih maju ketimbang saat masih muda,” ujarnya.

    Selama menjalani transplantasi rambut, Indra berada dalam kondisi sadar dan mengisi waktu dengan bermain ponsel. “Enggak sakit dan setelah implan bisa langsung pulang,” ujarnya. Proses pengerjaannya, menurut Indra, memakan waktu sekitar 6 jam.

    Pemilik Farmanina Hair and Beauty Clinic, Dr. Cintawati Farmanina, M. Biomed (AAM) mengatakan Direct Hair Implantation merupakan teknik restorat rambut dengan ekstraksi unit folikel rambut dari bagian yang cukup atau daerah donor ke bagian dengan rambut yang kurang atau botak. Daerah donor merupakan bagian rambut yang masih lebat dan sehat. “Itu adalah rambut di bagian samping dan belakang kepala,” kata Farmanina. Adapun teknik menanamnya dilakukan dengan menggunakan jarum khusus berdiameter 0,8 milimeter.

    Farmanina menjelaskan ada beberapa keuntungan dari teknik DHI dibanding metode implan yang selama ini dilakukan, yakni Follicular Unit Extraction (FUE) dan Follicular Unit Transplantation/Strip (FUT). Dari tiga teknik ini, yang paling ekstrem adalah Strip karena dilakukan dengan mengangkat kulit kepala lalu menanaminya dengan rambut. Adapun metode FUE menggunakan alat yang lebih besar sehingga sulit untuk memembuat jarak antar rambut yang rapat.


    Dokter Cintawati Farmanina, M. Biomed (AAM)

    Selain itu, menurut Farmanina, jumlah rambut yang bisa ditanam pada ketiga metode implan ini berbeda-beda. Teknik FUE mampu menanam sampai 4.000 helai rambut, Strip dengan jumlah 2.000 batang rambut, dan DHI mencapai 7.000 helai rambut.

    Sebelum pasien menjalani transplantasi rambut, Farmanina menjelaskan, dokter akan mengecek dulu kondisi kesehatannya secara umum lalu meneliti kondisi area dan rambut donor. Selama area donor masih bagus, maka implan rambut bisa dilakukan. “Kalau botaknya sudah sampai setengah kepala, itu enggak bisa,” kata dia. Sebab itu, dia menyarankan sebelum rambut menipis dan botak meluas, sebaiknya segera lakukan transplantasi agar masih tersedia rambut donor.

    Dr. Auda Rusdini, M. Biomed, yang praktik di klinik Farmanina mengatakan sebagian besar pasien yang menjalani transplantasi rambut adalah laki-laki berusia di atas 35 tahun. “Yang di bawah 30 tahun juga ada dan dia tanam rambut di dagu supaya tren,” ujarnya. Sebelum menentukan kapan implant rambut dilakukan, pasien diminta untuk tidak minum obat pengencer darah dan mengecek kondisi jantungnya. Adapun perawatan setelah transplantasi adalah pengecekan pada tiga hari pertama dan minum antibiotik.

    Auda tidak menyarankan implan rambut dari bagian tubuh lain ke kepala. Dari bulu dada ke kepala bagian depan misalnya. Sebab, menurut dia, karakter bulu di tubuh berbeda dengan rambut. “Bulu-bulu yang tumbuh selain di kepala itu kurang bagus. Nanti rambut di kepala malah jadi cenderung keriting,” ujarnya. Implan rambut juga tak bisa dilakukan dari rambut orang yang berbeda karena berpotensi terjadi ‘penolakan’.

    Mengenai penanaman, Auda menjelaskan, area botak seluas 1 sentimeter persegi akan ditanami 50-60 helai rambut. Mengenai biayanya, per helai rambut dihitung seharga Rp 30 ribu. Setelah pasien dinyatakan sehat dan bisa menjalani transplantasi, maka rambut donor akan dicabut satu per satu. Rambut donor kemudian ditempatkan di sebuah wadah dingin untuk mempertahankan kelembapan akarnya. Setelah itu, rambut donor tersebut ditanamkan di area yang diinginkan dengan menggunakan jarum khusus tadi.


    Folikel rambut donor.

    Farmanina mengatakan setiap dokter yang melakukan implant harus lulus dari pelatihan dan ujian yang diadakan DHI. “Untuk tenaga DHI di Indonesia, kami berangkatkan mereka ke Atena atau New Delhi,” ujarnya. Pelatihan DHI memakan waktu sekitar delapan minggu. Untuk mengikuti pelatihan tersebut, syaratnya adalah dokter umum atau dokter yang tertarik di bidang rambut.

    Farmanina pertama kali mengenal DHI ketika hadir dalam sebuah konferensi dokter yang tergabung dalam Aesthetic Surgery and Cosmetic Dermatology di Shanghai, empat tahun lalu. Ketika itu, dia berbincang dengan seorang perwakilan DHI yang berkantor pusat di Yunani. “Waktu itu DHI sudah terkenal di Eropa dan paling berkembang di Prancis,” katanya.

    Dua tahun setelah pertemuan itu, perwakilan DHI menghubungi Farmanina dan mengajaknya untuk membuat franchise di Indonesia. “Saya bernegosiasi dengan mereka sampai kami sepakat DHI hadir di Indonesia mulai 2016,” katanya.

    RINI KUSTIANI

    Berita lainnya:

    6 Alasan Seseorang Suka Bermain Cinta

    Doyan Ngopi Bikin Gigi Kuning, Ada Cara Mencegahnya
    Pahami Karakter Berbagai Reuni Sebelum Mendatanginya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.