Psikolog: Boneka Barbie Pengaruhi Makna Tubuh Anak Perempuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boneka Barbie ditampilkan selama pameran

    Boneka Barbie ditampilkan selama pameran "Barbie, life of an icon" di Museum Decorative Arts sebagai bagian dari Paris Fashion Week 2016/2017 di Paris, Perancis, 9 Maret 2016. Barbie adalah boneka yang diproduksi oleh perusahaan Amerika, Mattel, dan diperkenalkan pada Maret 1959. (Thierry Chesnot/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian mengemukakan boneka Barbie membangun persepsi tentang tubuh yang salah bagi anak perempuan. Dalam jurnal Body Image, seorang seorang profesor psikologi di Universitas Flinders Australia, Marika Tiggemann mengemukakan hasil pengamatannya terhadap 160 anak berusia 5-8 tahun.

    Penelitian itu menunjukkan bahwa bermain boneka Barbie -walau hanya sekali, membuat anak melihat persepsi citra tubuh yang nyaris sempurna, yakni kurus tinggi dan berambut panjang. Persepsi ini yang membuat anak berpikir mereka harus tampil seperti Barbie juga.

    Artikel terkait:
    Barbie 'Nyata' Hidup di Rusia?
    Jalani 90 Operasi Demi Mirip Kekasih Barbie
    Boneka Saingan Barbie Ini Punya Alat Vital Juga

    "Boneka Barbie bisa menjadi gambaran bahwa badan kurus lebih baik dibandingkan yang gemuk," ujar Tiggemann seperti dikutip dari Herald Sun. Sebab itu, dia menyarankan agar orang tua tidak membiarkan anak bermain boneka tersebut sampai berusia 8 tahun.

    Kalaupun anak perempuan sudah punya boneka Barbie, maka sebaiknya orang tua memberitahu kalau penampilan fisik bukan satu-satunya model untuk terlihat cantik. "Ada hal lain yang membuat seseorang tampil cantik dan menarik," kata Tiggemann.

    Ini bukan penelitian pertama yang menyimpulkan kalau boneka Barbie mempengaruhi persepsi tubuh pada anak perempuan. Pennsylvania State University juga pernah melakukan penelitian dengan hasil serupa, yakni boneka Barbie memberikan persepsi pada anak bahwa tubuh langsing itu lebih baik.

    Mattel selaku produsen pembuat mainan boneka Barbie menolak penelitian yang menyatakan boneka Barbie mempengaruhi persepsi citra tubuh anak perempuan. Namun demikian, pihak Mattel tidak gusar dengan hasil penelitian tersebut. Sebab, mereka biasa melakukan komunikasi dengan orang tua dan anak-anak dari seluruh dunia mengenai produk ikonik mereka.

    Michael Shore dari Mattel mengatakan kepada Herald Sun bahwa para orang tua merasakan dampak positif dari boneka Barbie pada anak perempuan mereka. "Mainan ini memicu imajinasi dan kreativitas," ujarnya. Barbie yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun juga memiliki penampilan dan tipe tubuh yang lebih variatif.

    PARENTHERALD | DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    7 Fakta Kehidupan Pernikahan Tak Selalu Indah
    6 Persiapan sebelum Resign dan Memulai Bisnis Sendiri
    Perbedaan Pria dan Wanita dalam Menjaga Persahabatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.