7 Fakta Kehidupan Pernikahan Tak Selalu Indah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keluarga/istri-suami-anak di atas kasur. shutterstock.com

    Ilustrasi keluarga/istri-suami-anak di atas kasur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernikahan adalah sebuah komitmen hidup yang dijalani sepasang orang dalam menjalani kehidupan.

    Setelah menikah, akan ada banyak konsekuen dan kompromi yang dihadapi dengan pasangan untuk mempertahankan hubungan hingga maut memisahkan.

    Apalagi, setelah adanya anak, tanggung jawab dan komitmen yang dibutuhkan menjadi lebih besar. Karenanya perlu komitmen besar bagi seseorang yang ingin melangkah ke jenjang pernikahan dengan pasangannya.

    Pernikahan juga bukan semata hidup selamanya dengan pasangan yang Anda cintai. Pernikahan akan diwarnai dengan kebahagiaan, kesedihan, dan beragam masalah yang menguji pasangan untuk tetap bertahan.

    ADVERTISEMENT

    Banyak orang yang semata mempersiapkan pernikahan secara fisik saja, namun tidak secara mental. AKibatnya, ketika masalah muncul, kebanyakan mereka memutuskan untuk bercerai. Ini bisa jadi karena kurangnya pengetahuan mereka soal pernikahan itu sendiri.

    Lantas, apa sebenarnya rahasia pernikahan yang tidak banyak diketahui orang?

    Fakta #1
    Pernikahan yang stabil adalah mitos. Menurut studi terbaru yang dilakukan terhadap lebih dari 2 ribu perempuan yang sudah menikah menunjukkan, para perempuan itu mengakui bahwa mereka sempat berpikir untuk bercerai beberapa kali, tapi membatalkan niat itu karena berbagai alasan.

    Fakta #2
    Survei lain mengklaim bahwa menikah sebelum usia 25 tahun dapat meningkatkan risiko perceraian.

    Fakta #3
    Apakah Anda tahu berapa banyak waktu pasangan rata-rata menghabiskan waktu bersama? Setelah waktu yang dihabiskan untuk bekerja, menonton TV, bermain bersama anak-anak, mengerjakan hobi, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan sekadar berjejaring sosial, hanya 4 atau 5 menit sehari adalah waktu yang umumnya dihabiskan berdua oleh pasangan suami istri.

    Fakta #4
    Beberapa orang mengatakan bahwa urusan fisik buruk, tapi urusan emosional baik-baik saja. Tapi 80 persen dari urusan emosional berubah menjadi urusan fisik. Dan 80 persen dari urusan fisik berubah menjadi pernikahan. Dan 80 persen dari pernikahan tersebut berakhir dengan perceraian.

    Fakta #5
    Orang yang belum menikah berpikir bahwa pasangan menikah memiliki banyak waktu menyenangkan di kamar tidur. Tapi sebuah studi baru mengklaim bahwa setelah tahun pertama, rata-rata pasangan yang sudah menikah hampir tidak menyentuh satu sama lain. Frekuensi bercinta turun menjadi 10 kali per tahun karena bosan.

    Fakta #6
    Memiliki anak mungkin secara bertahap mengembangkan jarak emosional. Dengan cara yang sama, pasangan yang membesarkan anak-anak dapat mengalami banyak stres dan tanggung jawab, yang mana dapat meningkatkan jarak emosional.

    Fakta #7
    Sebuah survei menyatakan bahwa satu-satunya hal yang memenuhi kebutuhan manusia lebih dari uang, cinta, atau hubungan adalah pernikahan. Jadi, pernikahan adalah benar-benar sebuah fenomena yang kuat.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Aneka Kue 'Tiruan' Poffertjes dari Belanda
    Kegiatan Rutin yang Dilakukan Mereka yang Berbahagia
    6 Alasan Seseorang Suka Bermain Cinta


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.