Kecanduan Cinta, Seperti Apa Ciri-cirinya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan selingkuh. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan selingkuh. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda tentu pernah mendengar istilah kecanduan cinta. Istilah ini memang banyak disebut orang. Terdengar unik, istilah ini pun dijadikan sebagai judul dan tema lagu.

    Tapi, apakah sebenarnya kecanduan cinta itu? Apakah ada orang yang benar-benar mengalaminya?

    Pada umumnya, seorang pecandu menampilkan pola kompulsif dan obsesif dalam hal asmara. Seperti kecanduan lainnya, kecanduan cinta juga tidak sehat.

    Pecandu cinta umumnya tidak stabil dalam hubungan. Kecanduan ini dapat mematahkan hubungan, merusak kehidupan sosial, membunuh reputasi dan kepercayaan, membuat pasangan patah hati, menyebabkan perceraian, dan bahkan dapat menyebabkan masalah kesehatan tertentu seperti depresi.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, ciri-ciri seperti apakah seseorang bisa disebut mengalami kecanduan cinta?

    Fakta #1
    Seorang pecandu akan selalu merasa putus asa. Meskipun ada, namun cinta yang dia miliki selalu terasa tak cukup.

    Fakta #2
    Seorang pecandu cinta tidak bisa melanjutkan hubungan setelah tidak merasakan kegembiraan karena cinta.

    Fakta #3
    Pecandu terus mencari pasangan baru setiap saat. Mereka juga menikmati hubungan dengan beberapa pasangan lain. Mereka menikmati kencan ganda juga.

    Fakta #4
    Pecandu cinta tidak keberatan jatuh cinta dengan orang yang sudah menikah, atau sudah memiliki hubungan.

    Fakta #5
    Sebuah pecandu merasa gelisah ketika pasangan jauh. Ia pasti akan lakukan apapun untuk mendapatkan perhatian. Dia tidak akan merasa lengkap tanpa pasangan.

    Fakta #6
    Pecandu cinta yang telah menikah tidak berpikir dua kali untuk menipu pasangannya. Mereka melanjutkan dengan urusan luar nikah.

    Fakta #7
    Mereka perlu cinta agar merasa layak dicintai dan dihargai. Seorang pecandu cinta tidak bisa menerima penolakan dan rasa sakit kesepian.

    Fakta #8
    Anak-anak yang tidak mendapatkan cinta yang cukup di masa kanak-kanak dapat berpotensi memiliki masalah kecanduan cinta. Alasan lain, seperti pengalaman traumatis dan terlalu banyak penolakan.

    Fakta #9
    Kecanduan cinta membutuhkan perawatan. Luka emosional yang dalam perlu disembuhkan untuk membuat kondisi seseorang menjadi normal.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Kenali Tanda Tumbuh Gigi pada Anak
    Ini yang Terjadi Jika Anda Memakai Nama Suami Pasca-Menikah
    Keliling Dunia Bersama Uber


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...