Tak Cuma Daging Buahnya, Kulit Pisang pun Banyak Manfaatnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buah pisang. shutterstock.com

    Ilustrasi buah pisang. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pisang adalah buah serbaguna. Selain lezat disantap, buah ini berguna untuk kecantikan. Contohnya, untuk masker wajah dan rambut.

    Bukan hanya buahnya saja yang multifungsi, kulit pisang punya sejuta manfaat untuk kecantikan. Apa saja itu?

    1. Menghilangkan bekas jerawat
    Cukup gosokkan kulit pisang pada luka bekas jerawat secara rutin. Hasilnya, bekas jerawat akan memudar dan rasa percaya diri kembali lagi. Tidak hanya itu, kulit pisang bisa membantu mengatasi masalah jerawat.

    2. Memutihkan gigi
    Meski terdengar aneh, kandungan magnesium dan potasium pada pisang bisa menghilangkan bekas noda pada gigi.

    3. Meredakan memar
    Atasi memar dengan meletakkan kulit pisang di atas luka. Kulit pisang juga ampuh mengatasi sedikit luka bakar pada kulit berkat kandungan antioksidannya.

    4. Mengatasi bekas gigitan serangga
    Kurangi rasa gatal akibat gigitan nyamuk dengan kulit pisang. Gosokkan perlahan pada bekas gigitan untuk mengurangi iritasi.

    5. Memudarkan lingkaran hitam di bawah mata
    Seperti dikutip dari laman Stylecraze, caranya hancurkan pisang dan apel lalu oleskan pada bagian bawah mata yang menghitam dan diamkan selama 15 menit. Bila tidak punya waktu, cukup gosokkan kulit pisang pada mata.

    6. Mengurangi kerutan
    Campurkan kuning telur dan kulit pisang yang telah dihancurkan, lalu diamkan selama lima menit, baru oleskan di wajah. Untuk hasil yang maksimal, usahakan menggunakan kulit pisang yang segar dan jangan menyimpan kulit pisang di kulkas.

    TABLOID BINTANG

    Artikel lain:
    Sadari 7 Keunikan Bibirmu
    Untung-Rugi Menikah Muda
    Bahaya BPA di Botol Plastik bagi Kesehatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.