Motif Tradisional Jadi Pilihan Perancang di LFW 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model memperagakan koleksi busana Burberry dalam acara London Fashion Week di London, 20 Februari 2017. REUTERS/Neil Hall

    Model memperagakan koleksi busana Burberry dalam acara London Fashion Week di London, 20 Februari 2017. REUTERS/Neil Hall

    TEMPO.CO, Jakarta - Para perancang asal Inggris memamerkan koleksi terbaru mereka di perhelatan London Fashion Week 2017 yang desainnya terinspirasi romantisme di musim dingin. Sejumlah desainer menampilkan koleksi yang cocok untuk liburan musim dingin di pegunungan atau bersantai di desa kecil di Inggris.

    Desainer Anya Hindmarch, misalnya, mengawali peragaan busana koleksi musim gugur dan dingin 2017dengan koleksi tas terinspirasi motif Skandinavia. Dengan panggung yang didesain menyerupai pegunungan salju, para model berjalan dengan topi bulu dan kacamata ski sambil menjinjing tas satchel berhiaskan sulaman warna-warni.

    Ada pula tas punggung dan tas kecil yang dihiasi tali pengikat berbentuk hati. Detail resleting juga tampak dominan dalam koleksi tas Hindmarch, yang setiap koleksinya selalu menawarkan detail unik dan warna-warna menarik.

    Untuk koleksinya kali ini, Hindmarch menggunakan bahan suede, kulit berwarna, dan detail bulu dalam warna merah muda, biru, kuning, hingga abu-abu, serta coklat. “Autumn/winter 2017 berusaha mengekplorasi romantisme musim dingin dan para petualang dan motif-motif yang ditemukan dalam cerita-cerita rakyat Skandinavia kuno,” tulis Hindmarch dalam siaran persnya.

    ADVERTISEMENT

    Sementara itu, dalam peragaan busana Mulberry, direktur kreatif Johnny Coca mengambil inspirasi dari kehidupan aristokrat Inggris di pedesaan. Koleksinya pun meliputi bahan tweed, detail lace, dan detail bordir yang mewah.

    Dia menyajikan koleksi cape dengan model quilted, blus dengan syal di leher, dan rok asimetris. Model juga tampak menggunakan gaun yang dihiasi crochet dan detail ruffle, jaket tweed yang dipadukan dengan rok, serta koleksi setelan jas dan rok, atau bahkan gaun model tumpuk. “Saya ingin menampilkan sesuatu yang tradisional namun tetap terkesan baru. Mengambil gaya Inggris kuno menjadikannya terasa pas untuk saat ini,” jelas Coca.

    Hal serupa juga dilakukan oleh desainer Alice Temperley untuk label Temperley London, yang menawarkan gaya romantis lewat gaun dalam paduan warna biru pucat, ungu lilac, dan merah muda. Kemeja dengan model lengan menggembung dipadukan dengan celana berpinggang tinggi atau rok panjang dengan warna-warna gelap.

    Gaun berbahan sifon lembut tampak dihiasi motif dan detail sulaman yang rumit. Tak hanya menawarkan keanggunan, koleksi ini juga terlihat feminin dan unik. London Fashion Week Autumn/Winter 2017 berlangsung 17-21 Februari. Setelah London, pekan mode akan dilanjutkan di Milan dan Paris.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Untung-Rugi Menikah Muda
    Etika Berbusana di Tempat Kerja
    Tip Berkendara yang Aman dan Nyaman


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...