Musim Hujan Terpaksa Bekerja dari Rumah, Simak Kiatnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bekerja di rumah. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bekerja di rumah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Musim hujan membuat orang malas keluar rumah, termasuk untuk berangkat kerja. Menerjang banjir atau genangan, mencari jalur alternatif, dan berjibaku dengan kemacetan tentu menguras tenaga dan biaya. Sampai di kantor, tubuh sudah lelah dan konsentrasi berkurang.

    Jika perusahaan memberikan kompensasi bekerja dari rumah dalam kondisi tertentu, keputusan itu patut diapresiasi. Bekerja di rumah memiliki keuntungan tersendiri. Tak perlu keluar ongkos transportasi dan makan, serta tak perlu mengenakan seragam atau busana kerja yang formal.

    Di balik keuntungan itu, ada tantangan yang harus Anda taklukkan, yakni beragam godaan di rumah. Ketika sudah mulai jenuh mengerjakan tugas, pikiran Anda akan tertuju ke kasur untuk merebahkan diri. Tapi awas, jangan sampai ketiduran. Mungkin juga putra-putri yang masih balita mengajak bermain dan Anda tak kuasa menolaknya. Waspada, jangan sampai keasyikan lalu lupa kalau pada saat itu status Anda masih bekerja.

    Bagaimana cara memisahkan antara tugas dan gangguan domestik ketika sedang bekerja di rumah. Mengutip Time, berikut ini tip agar keduanya bisa berjalan seimbang:

    ADVERTISEMENT

    1. Siapkan ruang khusus untuk bekerja
    Untuk beberapa alasan, sangat masuk akal untuk memisahkan diri secara fisik antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi di rumah. “Buat zona bebas gangguan,” kata Chief Operation Officer perusahaan jasa Belay, Tricia Sciortino. “Siapkan ruang khusus dengan suasana tenang untuk bekerja. Itu adalah pilihan yang terbaik.”

    2. Batasi penggunaan alat komunikasi
    Sama seperti di kantor, penggunaan alat komunikasi ketika Anda bekerja di rumah juga harus dibatasi. Panggilan telepon, surat elektronik yang masuk, dan pesan instan, belum lagi godaan mengecek akun media sosial harus dienyahkan. “Segera nonaktifkan semua notifikasi di ponsel dan fokus pada pekerjaan Anda,” ujar Sciortino.

    3. Manfaatkan teknologi untuk berkomunikasi
    Jika di satu sisi kita harus menon-aktifkan semua notifikasi di ponsel dan konsentrasi ke pekerjaan, di lain pihak kita juga menggunakan teknologi tersebut untuk berkomunikasi. Sekilas memang tampak kontradiktif. Tapi jika Anda bisa mengelola keduanya dengan baik, maka pekerjaan akan selesai dan kehidupan pribadi di rumah tak terganggu.

    Tetaplah menjalin hubungan dengan rekan kerja di tempat lain sesuai dengan gugus tugas Anda. Pisahkan antara kebutuhan komunikasi yang bersifat pribadi dengan pekerjaan.

    4. Proaktif dalam berkomunikasi
    Tak harus menunggu atasan atau rekan kerja yang lain untuk memulai komunikasi. Anda juga bisa, bahkan diharapkan untuk yang memulainya di sebuah grup chat, misalnya. “Meski bekerja dari luar kantor, Anda tetap memikul tanggung jawab dan perlu komunikasi untuk itu,” kata CEO dan pendiri FlexJobs dan Remote.co, Sara Sutton Fell. “Bekerja dari luar kantor tak berarti Anda bukan bagian penting dari tim.”

    5. Pembagian tugas yang jelas
    “Pekerja jarak jauh lebih baik diposisikan untuk memenuhi tugas mendesak dari seseorang yang tidak diatur untuk bekerja jarak jauh,” kata Senior Wakil Pesiden HR Randstand –konsultan personalia, Michelle Prince. Menurut dia, akan sangat bijaksana untuk menyampaikan pendapat Anda mengenai pembagian tugas ini sekaligus memastikan setiap orang mendapat porsi kerja yang sama.

    6. Fokus bekerja
    Jangan tergoda untuk melakukan berbagai kegiatan ketika sedang bekerja di rumah. “Sangat penting untuk fokus pada pekerjaan selama waktu kerja meski itu terjadi di rumah,” ujar Sara Sutton Fell. “Jika produktif dan efisien sepanjang hari, maka Anda tak perlu bekerja hingga larut malam dan mengorbankan waktu istirahat demi mencapai target.”

    7. Belajar berkata "tidak"
    Anda ingin dikenal sebagai anggota tim yang andal dengan membantu mengerjakan tugas yang mendesak kapan pun, bahkan di saat jam kerja sudah berakhir. Namun, semua orang di kantor juga harus memahami bahwa di luar jam kerja, urusan pribadi adalah prioritas.

    Bila Anda mendapat tugas untuk dikerjakan di luar waktu kerja dan Anda merasa tak enak hati untuk menolak, Anda bisa menanggapinya dengan mengatakan, “akan saya kerjakan besok.” Tanggapan tersebut mengindikasikan bahwa Anda tidak menolak, tapi juga tidak mengobral janji akan menyelesaikannya dalam waktu cepat.

    LUCIANA

    Berita lainnya:
    Manfaat Penyimpanan Tali Pusat Bayi
    Pakai Payung Hindari Panas Ternyata Tak Bermanfaat
    Cara Unik Titi Kamal Sempotkan Parfum, Seperti `Diguyur' 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.